oleh

120 Rumah Warga di Aceh Utara Terendam Banjir

-ACEH UTARA, HEADLINE, PERISTIWA-30159 Kali Dibaca

Aceh Utara. Agaranews.com – Anggota DPRK Aceh Utara dari Partai SIRA, Al Ghazali, (Baju Biru) sedang meninjau lokasi banjir di Desa Mane Tunong Kecamatan Muara Batu Kabupaten setempat, Selasa
Aceh Utara Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Utara sepekan terakhir, mengakibatkan sungai Sawang meluap hingga merendam 120 rumah warga di Desa Mane Tunong Kecamatan Muara Batu, Selasa, (12/5/2020).

BKM Mesjid Baiturrahman Bayi, Gelar Buka Puasa Bersama Dan Santuni Anak Yatim Aceh Jaya di Landa Banjir, Satu Desa Mengungsi Plt Gubernur Tinjau Warga Terdampak Banjir di Aceh Besar
Titik banjir terparah berada di Dusun Leupen

Kondisi tersebut membuat Al Ghazali, Anggota DPRK Aceh Utara dari Fraksi PA, yang berasal dari Partai SIRA turun ke lokasi. Kehadirannya untuk melihat langsung kondisi banjir dan menyerahkan bantuan masa panik kepada warga yang terdampak banjir.

usai penyerahan berlangsung, Kepada awak media
menjelaskan jika banjir terjadi akibat debit air sungai Sawang meluap, hingga menggenangi rumah warga.

“Banjir ini terjadi akibat meluap Krueng Sawang, ada banyak rumah warga yang terendam air disini. Tadi saya dapat laporan dari masyarakat sekitar pukul 01.00 Wib, makanya saya langsung datang ke lokasi untuk membantu alakadar” ujar Al Ghazali.

Tambahnya lagi, dalam suasana seperti ini, kemungkinan mereka tidak dapat masak untuk makan sahur. “Mudah mudahan bantuan ini dapat sedikit membantu dan meringankan beban saudara saudara kita”. Harap Politisi SIRA itu.

Kondisi air menggenangi rumah warga di Desa Mane Tunong Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara,

Sementara itu, Kepala Desa Mane, Tunong, Faisal, ST, menyambut baik atas kepedulian dan respon cepat Al Ghazali kepada warga saat menghadapi musibah banjir ini.

“Saya selaku Kepala Desa mengucapkan terimakasih atas rasa empati beliau selaku wakil rakyat, yang telah membantu masyarakat Mane Tunong dalam menghadapi musibah banjir ini” ujar Faisal.

Hal ini, lanjutnya, sangat membantu masyarakat terdampak banjir untuk melakukan persiapan makan sahur yang hanya tinggal beberapa jam lagi.

Faisal menuturkan, kronologis luapan Air Krueng Sawang mulai naik pada tengah malam sekitar pukul 11.30 wib. Air bergerak begitu cepat, hingga dalam waktu singkat menggenangi 120 rumah warga.

Saat ini, tambahnya, warga yang terdampak banjir memilih untuk ke rumah saudara masing-masing yang aman dari serangan banjir.

“Disini tidak ada hujan, banjir ini akibat luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air. Mungkin hujan sangat deras di kawasan hulu hingga menyebabkan banjir di hilir ( desa) . Peristiwa seperti ini juga pernah terjadi sekitar lima tahun yang lalu”. pungkasnya (zulkifli.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed