oleh

Anak Dibawah Umur Diduga Terlibat Penyalah Gunaan Narkotika, Polsek Sunggal Disebut sebut Meminta Tebusan 20 Juta Rupiah

Medan Agara News.Com                       Anak dibawah umur diduga terlibat penyalah gunaan Narkotika jenis sabu – sabu Berinisial MRP (17) dan MR (14) ditangkap jajaran Polsek Medan Sunggal Polrestabes Medan pada jumat (18/12/2020) pukul 15 : 00 wib.

Adapun kronologis penangkapan anak dibawah umur tersebut dikatakan pihak keluarga, diamankan Polisi di depan SPBU Desa Sei Semayang, Kabupaten Deliserdang.

Pada saat mengendarai kendaraan Sepeda Motor yang dipinjamnya dari tetangga. Posisi pada saat berboncengan dengan Adiknya Della yang masih belia usia 7 tahun.

Ibu dari dua Anak tersebut berinisial EA (37) yang terduga tersandung kasus Narkotika,adalah warga Jalan Binjai KM…. yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh Cuci Pakaian ini mengutarakan keluh kesahnya kepada Wartawan pada hari Sabtu (19/12) sekira pukul 17:00 wib.

Bahwa ini menjadi pukulan keras kepadanya, mengingat anaknya Berinisial D (7) yang masih belia, sudah trauma berat dan tak selera makan, melihat abangnya di tangkap dan di ikat Polisi, ungkapnya.

“Anak saya Inisial (D) trauma abangnya di ikat Polisi, dan saat abang-abangnya di bawa, Anak saya(D) diantar hanya ke simpang Gang, seperti diterlantarkan”. “abangnya mereka bawa dengan tangan di Gari, sampai sekarang surat penahanan anak saya juga belum ada diserahkan”, Bebernya.Ibu Inisial
(E) ini pun melanjutkan, kekhawatirannya akan anaknya tersebut digabung didalam Sel tahanan orang dewasa.

“iya pak, nangis-nangis anak saya di disel digabung sama pelaku kriminal semua, tadi pagi sudah kuberikan uang 200 ribu rupiah untuk keamanan anakku, untuk Ketua Kamar Sel, agar anakku aman” ujarnya.

Dalam penangkapan tersebut, juga orang Tua anak tersebut mengatakan sudah bermohon agar diberikan keadilan sebab anaknya yang masih dibawah umur, karena anak kami tidak tau apa-apa, anak kami hanyalah korban, agar tidak dijebloskan ke tahanan orang Dewasa, Sebutnya.

Namun oleh salah satu oknum Juru Periksa (juper) memberikan solusi agar anak saya dibebaskan, disebut sebut meminta uang tebusan 20 juta rupiah, kami tidak sanggup membayar segitu, kami ini orang miskin, keluhnya. Saya diberikan waktu hingga pukul 21:00 wib malam ini, dari manalah dapat uang sebanyak itu ujar ibu empat orang anak ini dengan berurai air mata.

Dilain sisi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Berinisial (I) mengutarakan pandangannya tentang penahanan Anak dibawah umur tersebut tidak boleh digabung dengan tahanan orang Dewasa.

Dasar hukumnya sudah jelas sesuai perundang undangan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) pasal 3 huruf B menyebutkan, tahanan Anak dibawah umur dipisahkan dengan Tahanan Dewasa, UU No 12 tahun 1995 tentang Lembaga Permasyarakatan pasal 18, baik si Anak lagi masih proses penyelidikan maupun sudah inkrah keputusan pengadilan, itu wajib dipisahkan ruang tahanannya.

Saudara inisial (I) ini pun menjelaskan alasan psikologis si Anak itu sendiri, agar si Anak tidak terkontaminasi dengan hal hal yang diluar perkiraan.

“Yang kita khawatirkan hari ini si Anak di jebloskan sebagai kurir, dan esok keluar sudah menjadi Gembong Narkoba, ini yang kita khawatirkan” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak mengatakan anak tersebut ditahan di sel tahanan anak.

“Itu tahanan Sel anak, Tahanan kita padat, jadi itu tahanan Sel Anak” Kata Budiman

Disinggung Mengenai surat penangkapannya belum diserahkan sampai pada saat dikonfirmasi, dan disebut sebut ada meminta sejumlah uang, belum lagi siap awak Media berbicara, Akp Budiman Simanjuntak buru-buru memutus pembicaraan di ujung telepon.

(Harianto Siahaan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed