oleh

Aqil Raih Penghargaan Tulisan Terbaik di ACF ke 4 UIN AR-RANIRY.

Banda Aceh , Agaranews.com        Mahasiswa Hukum Tata Negara (Siyasah) Yang berasal dari Kabupaten Nagan Raya, Aqil Ulil Aufa B meraih penghargaan tulisan terbaik dalam perhelatan Ar-Raniry Creative Fair (ACF) yang ke 4, Banda Aceh Senin 28 Desember 2020.

Sayembara ini dimulai pada Akhir Agustus 2020 Oleh DEMA UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini diikuti oleh Mahasiswa/i yang berasal dari UIN Ae-Raniry Banda Aceh itu sendiri, yang mana Tulisan dari pemuda yang kerap disapa Aqil ini keluar sebagai Tulisan terbaik yang dibukukan juga.

“Alhamdulillah, tulisan saya keluar sebagai tulisan terbaik di ACF ke 4, saya sangat bersyukur tulisan saya dinilai sebagai tulisan terbaik,bersama tulisan teman-teman lainnya” Kata Aqil.

Aqil, yang merupakan Mahasiswa Hukum Tata Negara (Siyasah) angkatan 2018, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry ini dikenal sebagai penggiat literasi serta pemuda yang kritis akan isu-isu sosial kemasyarakatan sejak 2018 silam.

Sehingga ia kerap kali membentuk wadah-wadah diskusi mengenai isu-isu sosial kemasyarakatan serta kerap mengikuti forum-forum literasi yang ada disekitarnya.

“Bagi saya, literasi itu adalah segalanya. Dengan literasi kita sebagai Umat Manusia tercerahkan, tau mana yang harus dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukan dalam menjalankan hidup ini.” Sambung Aqil.

Tulisannya yang berjudul “Coronium : Masa Depan Umat Manusia Pasca Corona” ini merupakan bentuk keresahannya akan pandemi Covid-19 yang melanda dunia, merusak Iklim Ekonomi, Politik,Budaya, serta merenggut banyak jiwa. Dimana pada akhirnya, hanya terdapat dua pilihan; Mengalah dengan Covid-19, atau menerima Covid-19 serta beradaptasi dengannya melalui prosedur New Normal seperti yang digalakkan oleh Pemerintah.

“Tulisan saya ini merupakan pandangan saya akan pandemi ini, dimana pandemi ini sudah cukup merusak tatatan hidup manusia, mulai dari Ekonomi, Politik, Budaya, Hingga penyesuaian mengenai tatacara menjalankan ritual beragama. Yang mana ini menjadi polemik besar bagi kita umat manusia, yang dipaksa untuk menghadapi New Normal, hingga nanti pada suatu saat mungkin Covid-19 akan menjadi seperti Virus Variola atau campak, bisa diobati dengan baik pada saat ini” tutup Aqil.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed