oleh

Budidaya Cacing Tanah Di Desa Cimbang Mulai Menjanjikan dan Menambah Penghasilan

 

Karo-Sumut, Agaaranews.com

Cacing….??? Binatang yang selama kita kenal menakutkan dan menjijikan bagi manusia khususnya orang yang tinggal didaerah perkotaan.

Namun tidak demikian yang kita lihat di Desa Cimbang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Di Desa ini telah berdiri Rumah Budidaya Cacing Tanah jenis lumbricus rubellus yang kini mulai berproduksi untuk pertama kalinya dan diresmikan oleh seorang pengusaha kopi Cimbang Sinabung yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Karo, Imam Syukri Syah Tarigan yang turut dihadiri oleh PT. Pos Indonesia Kantor Cabang Kabanjahe, Aktifis Pemerhati Lingkungan, DPD Walantara Karo, LSM Pemuda NKRI Karo juga dihadiri beberapa insan pers. Pada Hari Sabtu, 10 Oktober 2020.

Dikala persaingan dunia usaha dan dunia kerja semakin ketat, kita membutuhkan individu-individu yang mandiri, kreatif, inovatif dan berani untuk memulai membuka lapangan-lapangan pekerjaan baru yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di pedesaan.

Tak butuh lahan luas dan modal yang tinggi dalam usaha pembudidayaan cacing tanah spesies lumbricus rubellus, saat ini prospek usaha pengembangbiakan cacing tanah ini sudah mulai digandrungi dan bisa menjadi usaha alternatif membuka lapangan kerja baru.

Jenis cacing ini mempunyai siklus pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis cacing lainnya. Jenis cacing ini tergolong mudah pemeliharaan dan perawatannya, karena bisa dikembangkan di media tanah yang dicampur dengan limbah organik atau kotoran sapi/lembu.

Cacing jenis ini banyak dimanfaatkan dalam dunia peternakan yang digunakan untuk pakan ternak sejenis unggas dan ternak ikan serta dapat digunakan sebagai bahan obat – obatan industri farmasi. Dalam dunia farmasi cacing jenis ini banyak dimanfaatkan juga sebagai bahan kosmetik, bahkan permintaannya pun terus meningkat untuk memenuhi jumlah produksi yang semakin besar.

Ketersediaan cacing tanah seperti ini masih sangat terbatas dengan harga yang relatif lebih mahal, karena belum banyak yang melakukan budidaya cacing tanah jenis ini khususnya di Kabupaten Karo ini. Karena masih jarang masyarakat yang tahu akan hal tersebut,itulah yang diutarakan Imam Syukri Syah Tarigan yang juga sebagai pengusaha kopi Cimbang Sinabung,saat dimintai keterangan oleh awak media dilokasi rumah pembudidayaan cacing yang baru saja di lounching.

Imam menambahkan, “saya berharap dengan adanya usaha pembudidayaan cacing tanah seperti ini, dapat dikembangkan lagi ke setiap Desa di Kabupaten Karo. Karna disamping dapat meningkatkan income / pendapatan masyarakat, usaha ini juga bisa mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan oleh kotoran  ternak dan juga dapat memanfaatkan limbah organik lainnya, minimal untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan saat ini yaitu minimal sebanyak 10 ton dalam setiap bulannya dengan daya beli atau harga beli ditingkat peternak cacing sebesar Rp.25.000 s/d Rp.30.000 per kilogramnya,” ujar imam lagi.

Kegiatan usaha pembudidayaan cacing tanah yang pertamakalinya digagas di Desa Cimbang ini juga mendapat dukungan serta apresiasi dari aktivis pemerhati lingkungan DPD Walantara Kabupaten Karo yang diketuai Daris Kaban.

Daris Kaban menuturkan,”DPD Walantara Karo siap mendukung dan siap berkolaborasi dalam hal pengembangan usaha ternak cacing tanah seperti ini,  saya baru tahu kalau ternyata usaha seperti ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena harga jual yang lumayan tinggi dengan modal yang tidak terlalu besar, namun dapat menghasilkan keuntungan dengan waktu yang relatif singkat.

Disamping itu lanjut Daris,masyarakat diajak untuk memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah organik lainnya sebagai bahan pakan ternak cacing yang dapat mengurangi dampak yang timbul dari limbah kotoran ternak dan sampah organik lainnya sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga, sehingga dari budidaya cacing ini bisa menghasilkan pundi – pundi uang. Usaha kreatif sepert ini sudah selayaknya mendapat dukungan dari Pemerintah Desa, Elemen Masyarakat dan tentunya juga harus didukung oleh Pemerintah Daerah.

Untuk itu dengan bersedianya pengusaha yang siap menampung hasil panen ternak cacing ini dalam jumlah besar, kami juga siap dilibatkan dalam memberikan edukasi kepada kelompok peternak cacing  yang siap bergabung nantinya.” jelas Daris Kaban Ketua Walantara Karo mengahiri.

Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed