oleh

BUMK SO2 Singah Mulo, Kembangkan Objek Wisata Alam dan Arung Jeram

Gayo Lues, Agaranews | Menyikapi berbagai polemik tentang pengelolaan Dana BUMK yang hampir terjadi disetiap Desa di Kabupaten Gayo Lues, menggerakkan para pengurus manajemen BUMK SO2 , Kampung Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues untuk menggalakkan sektor wisata Alam dan Arung Jeram didaerahnya.

Hal ini disampaikan pengurus BUMK SiOngal Ongal atau disingkat SO2 Salman Alaina, 35 selaku Ketua dan Sabri Ariga selaku bendahara BUMK kepada Teropong Barat Rabu(16/6) di Putri Betung, Gayo Lues, disebutkan sejak mengelola dana BUMK tahun anggaran 2017 yang bergerak dibidang simpan pinjam yang nilai Anggaran mencapai Rp.200 juta rupiah, dirasakan berbagai kendala dan hambatan muncul kepermukaan, seperti Pengembalian Dana Simpan Pinjam dan Jasa dari para Nasabah mandek sama sekali, dengan kata lain banyak yang belum dikembalikan meskipun limit waktu yang diberikan cukup panjang, jelasnya.

Dikatakan, dana tersebut diberikan kepada masyarakat dalam bentuk simpan pinjam, dengan berbagai jenis usaha, diantaranya menanam jahe, cabe, pisang dan sebagian pedagang sayur sayuran , para pembuat makanan ringan keripik pisang dan lainnya, nilai simpan pinjam yang diberikan berkisar 2, 5 juta dan diberikan kepada 80 peminjam, jelas nya.

Simpan pinjam yang diberikan dengan teknis pengembalian pinjaman bersama Jasa pinjaman, kurang mencapai target keberhasilan meskipun usaha para nasabah berhasil, namun persentase pengembalian sangat minim sekali, akibat kesadaran para peminjam Dana masih sangat kurang.

Menurut Salman, 35 selaku Ketua BUMK SO2 Singah Mulo, keberhasilan BUMK dari Unit Simpan Pinjam ini, boleh dikatakan kurang berhasil akibat pinjaman tidak dikembalikan nasabah, meskipun para peminjam bertambah jumlah nya dari 80 orang menjadi 180 orang , dengan nilai pinjaman bervariasi dari Rp. 2,5 juta hingga Rp.30 juta.

Pinjaman yang bernilai tinggi diberikan jangka waktu sampai 5 tahun, dan ada yang 3 tahun dan 2 tahun, hasil dari SP ini dimasukkan ke PAD desa, dan sebagian dikembalikan kepada BUMK sejumlah 30 persen, dan kepada para nasabah dikenakan 1 persen bunga yang ditetapkan berdasarkan musyawarah masyarakat, sebut Selamat.

Akibat kegagalan tersebut, Pengurus BUMK SO2 Singah Mulo akhirnya, menghentikan proses simpan pinjam tersebut, dan mengalihkan pengelolaan dana BUMK untuk sektor Pariwisata Alam, Kuliner, Tracking dan juga Rafting yang memang punya potensi besar di Kecamatan Putri Betung, dan langkah ini ditindaklanjuti dengan pelatihan bagi “Guide Wisata” bagi masyarakat terutama di daerah Desa Singah Mulo, jelasnya.

Diantaranya yang butuh pengelolaan BUMK adalah wisata Arung Jeram, Wisata sumber Air Panas, Wisata Danau Marpunge, Tracking Air Terjun dan juga pengelolaan Cafe Cafe di sepanjang aliran DAS diwilayah Serkil, serta pengelolaan pembuatan keripik pisang di Air Panas, sebut nya.

Dijelaskan, kendala lain yang dihadapi pengurus BUMK SO2 juga akibat terjadinya pembekuan dana dan kepengurusan BUMK oleh pejabat Kepala Desa pada tahun 2019, yang menyebabkan program BUMK mandek dan penagihan terhadap dana simpan pinjam mengalami kendala hingga sekarang.

Sementara kami selaku pengurus mau tidak mau harus mempertanggung jawabkan dan melanjutkan pengelolaan nya, dan hingga saat ini pembaruan terhadap SK pengurus BUMK SO2 juga belum diperbarui dan ini jelas menghambat pengelolaan usaha yang sudah dirintis BUMK.

Disebutkan jika SK pengurus BUMK tidak diperbarui, otomatis manajemen dan usaha yang dikelola akan mengalami kendala dan para pengurus bekerja setengah hati, dan ini berdampak buruk terhadap kelanjutan usaha BUMK dan juga terhadap pengembalian dana yang dipinjam nasabah, untuk itu pengurus BUMK SO2 Kampung Singah Mulo meminta Kepala Desa agar memperbarui SK mereka, agar pengelolaan dana dan usaha BUMK dapat kembali dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan.

BUMK merupakan sebuah Badan Usaha yang harus mempunyai manajemen yang baik dan Kepengurusan nya hendaknya jangan terlalu cepat diutak atik akibat kepentingan politik atau apa saja, karena Badan Usaha ini mempunyai usaha, yang pengelolaan nya belum tentu sesuai dengan Kepengurusan yang baru, dan ini jelas menjadi polemik, dan berpengaruh terhadap gagal nya setiap usaha yang dirintis BUMK, jika pun harus ada Pergantian atau revisi Kepengurusan BUMK hendaknya dilakukan melalui musyawarah Desa dengan melibatkan Pengurus lama dan unsur Urang Tue (BPK), agar tidak ada polemik, tegas nya.

Sementara Bendahara BUMK SO2 Kampung Singah Mulo Sabri Ariga, 35 kepada Teropong Barat (16/6) juga menegaskan, bahwa saat ini usaha yang dirintis oleh BUMK seperti Wisata Arung Jeram dan Pengelolaan lokasi wisata Alam lainnya dan Kuliner sudah mulai menampakkan hasil, dan butuh pengembangan dan pengelolaan yang lebih baik lagi dengan melibatkan masyarakat sekitar, terutama yang mempunyai lokasi wisata dan kuliner disepanjang DAS Serkil hingga Ketambe.

Dan BUMK SO2 juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, karena Ikon pariwisata dan kuliner di Kampung Singah Mulo, Puteri Betung Gayo Lues ini mempunyai standart Nasional, lokasi wisata ini hingga ke Danau Marpunge sering dijadikan rute Tracking dan Rafting, serta Arung Jeram oleh para Turis Asing, dan ini dapat kita manfaatkan dengan sebaik baik nya.

Sementara untuk potensi wisata lokal Serkil dan wisata Air Panas lokasinya terletak di antara Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues dapat dijangkau dengan mudah dan dalam waktu yang singkat, lokasi ini butuh pengembangan dan renovasi di beberapa titik, agar lebih diminati pengunjung dan menjadi lokasi wisata yang berstandart dan menghasilkan rupiah bagi BUMK maupun bagi usaha masyarakat lainnya, demikian sebutnya. (RED)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed