oleh

Cokna Tersangka Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Meninggal Dunia Beberapa Saat Setelah Diamankan Satnarkoba Polres Deli Serdang

 

DELI SERDANG – SUMUT, Agaranews.com

Satuan Narkoba Polresta Deliserdang mengamankan 2 pria yang terlibat kasus penyalahgunaan narkotika.
Keduanya yakni Tumpal Hendrik Ferdianto Alias Bolon (37) merupakan seorang personel Polri, yang beralamat di Jalan. Pertahanan, Komplek Perumahan Sigara-Gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang dan Abdi Sanjaya alias Cokna (28) warga Desa Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang,Sumatera Utara.

 

Kapolresta Deliserdang Kombes. Yemi Mandagi didampingi Kasat Narkoba, AKP Ginanjar Fitriadi dalam keterangan persnya, pada Sabtu 12 September 2020 sore menyatakan, terungkapnya kasus penyalah gunaan narkoba itu berawal pada hari Kamis 10 September 2020 malam, petugas mengamankan Tumpal Hendrik Ferdianto alias Bolon dirumahnya.

Selain mengamankan pria yang berstatus anggota Polri itu, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 2 paket sabu yang dikemas plastik klip transparan ditaksir 13,24 gram, 26 butir pil ektasi warna krim berbentuk lembar daun ditaksir seberat 12,89 gram, 1 HP Merk Oppo F9, 1 unit timbangan elektrik, 1 pucuk Softgun dan uang tunai sebesar Rp 45 juta.

Saat diinterogasi, Tumpal Hendrik Ferdianto alias Bolon mengakui jika barang bukti yang ditemukan itu adalah miliknya yang diperolehnya dari Abdi Sanjaya alias Cokna yang beralamat di Kecamatan Pancur Batu.

Berdasarkan keterangan tersangka Tumpal, lanjut Kapolresta, petugas Sat Narkoba melakukan pengembangan,maka pada Jumat 11 September 2020, petugas berhasil menangkap Abdi Sanjaya di Jalan. Djamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu, berikut barang bukti 1 paket sabu dikemas plastik klip transparan ditaksir seberat 113 gram pada kantong depan sebelah kanan Abdi dan 1 unit HP Merk Vivo.

Namun saat Abdi Sanjaya ditangkap, tiba-tiba dia lemas, selanjutnya, petugas membawa Abdi ke RSUP Adam Malik,setelah beberapa saat, Abdi Sanjaya menghembuskan nafas terakhirnya, lalu petugas membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diotopsi.

Dan “Hasil otopsi belum kita terima sehingga belum diketahui penyebab kematian Abdi Sanjaya alias Cokna,sedangkan tersangka Tumpal Hendrik Ferdianto diancam hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Kombes Yemi Mandagi mengakhiri.

Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed