oleh

Cuek Social Distancing, Warga Lebih Semangat Beli Daging Sambut Idul Fitri

-AGARA, HEADLINE, KUTACANE-30129 Kali Dibaca

Kuta cane. Agaranews.com – Semadam 08:30 WIB, 23 Mei 2020 , Cuek Sosial Distancing Warga Lebih Semangat Beli Daging Sambut Idul Fitri Suasana Di Pasar Simpang Semadam.

Warga Simpang Semadam tampaknya mengabaikan atau cuek terhadap social distancing di tengah pandemi Covid-19. Warga lebih bersemangat membeli daging Utuk Sambut Idul Fitri meski harganya Rp140/150 ribu per kilogram berlaku hampir di seluruh wilayah Kuta cane Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, pada Saptu 23 Mai 2020.

Pantauan AgaraNews.com, di Pasar Simpang Semadam, Kota Cane, semenjak pagi hingga menjelang siang, warga simpang Semadam dari berbagai penjuru membludak menyesaki area pasar sampai membuat macat jalan kuta cane medan. Tak ada aturan jaga jarak di sana. Bahkan di area penjual daging justru warga saling berdesakan. Begitu juga di pasar ayam dan pasar ikan, seakan wabah Covid-19 bukan apa apa dibanding persiapan menyambut lebaran.

Kerumunan massa yang memadati area pasar terkesan telah lepas dari bahaya intaian corona virus, setelah masing-masing orang disibuki bertransaksi harga daging yang dinilai sangat fantastis.

“Saya kira semua pengunjung dan pedagang pasar Simpang Semadam tau kalau wabah Covid-19 sangat berbahaya, dan tidak perlu lagi direcoki petugas, tapi tradisi menyambut hari raya idul fitri lebih utama,” sebut warga Semadam kepada AgaraNews.com usai membeli daging.

Saat disinggung imbauan pemerintah untuk mengikuti protokol kesehatan, justru dia menganggap tidaklah menjadi perhatian warga, bahkan imbauan itu dianggap tak berguna setelah aparatur pemerintah juga melakukan hal serupa, berkumpul.

Seorang ibu rumah tangga yg tidak mau disebut namaya, di tengah hiruk pikuk pasar Simpang Semadam, bahkan mengatakan tidak terlalu kuatir saat ia mengunjungi pasar untuk membeli daging persiapan dan perlengkapan lebaran. Justru ibu tersebut turut memboyong putra bungsunya yang masih berusia Lima tahun di pagi saptu 23 Mai 2020.

Warga simpang semadam menganggap menyambut Idul Fitri dengan suka cita dan penuh syukur adalah yang utama, ketimbang memikirkan atau kuatir dengan wabah Covid-19 yang saban hari memakan korban.

Lain lagi dengan para penjual daging, mereka merasa sangat terbantu dengan program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Biaya Langsung Tunai (BLT) dari tiap Desa. Sehingga daya beli masyarakat untuk daging Lebaran,dalam istilah kota cane pembante, sangat tinggi meski harganya 140/150

“Syukur dengan adanya BST dan BLT, dampak Covid-19 dari pemerintah, sehingga daya beli masyarakat saat Menyambut Lebaran lumayan bagus, seakan kondisinya tidak seperti ada wabah Covid-19,” ujar Pedagang, penjual daging,

Ternyata, issu Covid-19 yang terus menerus digoreng media massa dan media sosial, kalah gaung, dengan tekad warga menyambut hari kemenangan.
Ady gegoyong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed