oleh

CV. Kayama Dan PPK Diduga Korupsi Proyek Penahan Longsoran Jalan Nasional Kutacane -Blangkejeren

-AGARA, HEADLINE, KORUPSI, KUTACANE-30242 Kali Dibaca

Agara News.|Kutacane Jumat 29/5.| Terkait pekerjaan Proyek Penahan Longsoran Tebing Jalan Nasional Kutacane-Gayo Lues di Aceh Tenggara Wilayah 1 Provinsi Aceh yang dikerjakan oleh CV.Kayama dinilai tak berkwalitas, pihak Terkait diduga melakukan tindakan korupsi berjamaah.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Anti Korupsi Alas Generasi (GAKAG) Aceh Tenggara, Arafik Beruh, S.HI, mengatakan, kita menduga CV.Kayama dan PPK tersebut sudah bekerja sama untuk melakukan tindakan Korupsi.

Bagaimana tidak, kata dia, sudah jelas-jelas pekerjaan itu tidak berkwalitas bahkan sudah berkali-kali di suara kan oleh Aktivis agar pekerjaan itu untuk diberhentikan, namun sangat disayangkan pekerjaan tersebut tetap berjalan tanpa ada memperbaiki kwalitas.

Semestinya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Aceh, Teuku.Fadrial Mahfud, ST,MT, hendaknya dapat memberhentikan pekerjaan yang tidak sesuai dengan tekhnik pekerjaan atau Sfeksikasi pekerjaan yang di kerjakan rekanan pelaksana,volume material fisik juga diduga dikurangi tidak sebagai manamestinya sesuai desain gambar perencanaan yang dibuat.pada item pekerjaan pondasi berbondong juga diduga volumenya tidak sesuai.

Seperti yang dilansir oleh beberapa Media beberapa waktu lalu, pekerjaan pembangunan bronjong penahanan tebing jalan itu, di isi oleh Exsekavator yang pasti tidak dapat memilah batu besar dan krikil yang akan berdampak terhadap kwalitas fisik.

Jika kwalitas fisik itu tetap dibiarkan sedemikian, tentu akan berdampak terhadap jalur jalan nasional yang rentan dengan abrasi sungai Lawe Alas.

Maka dengan demikian, kita minta kepada Kementerian PUPR Republik Indonesia, agar dapat memberhentikan pekerjaan proyek penanganan longsoran tebing yang dikerjakan oleh CV.Kayama yang diduga asal jadi ini dan tidak berkwalitas, katanya.

Sementara itu, Tengku Padrial, sebagai PPK setelah beberapa kali dikonfirmasi melalui jaringan seluler tidak dapat dihubungi, bahkan pesan singkat yang dikirim dari Akun whatsapp nya, tidak bersedia memberikan keterangan kepada media dan wartawan yang terkesan tertutup kepada Media. (Kasirin Sekedang).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed