oleh

Dapodik Penentu Penyaluran Berbagai Program ke Sekolah

GAYO LUES, AGARA NEWS | Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues melalui Kabid Kelembagaan Sarana dan Prasarana (KSP), Khairul Pata menyebutkan, saat ini Data Pokok Pendididikan (Dapodik) sudah menjadi sumber acuan utama untuk menyalurkan program-program ke sekolah dan berbagai aneka bantuan tunjangan Guru.

Sekolah hanya bisa mendapatkan program sesuai apa yang telah diisi dalam data Dapodik, diluar itu tidak akan dapat direalisasikan meskipun sangat dibutuhkan sekolah yang bersangkutan.

“Dapodik sudah menjadi penentu penyaluran berbagai program pembangun sarana dan prasarana ke sekolah-sekolah, sekaligus sebagai acuan untuk menyalurkan aneka tunjangan para guru,” ujarnya diruangan kerjanya beberapa waktu lalu.

Khairul menjelaskan, program-program pendidikan akan terlaksana secara tepat sasaran apabila data-data yang dibutuhkan tersaji secara cepat, lengkap, valid, akuntabel dan up to date.

Dapodik ini jika diwujudkan dengan baik dan benar, maka proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi kinerja program-program pendidikan dapat dilaksanakan terukur, tepat sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, Dinas sama sekali tidak memiliki peran dalam mengisi semua data yang tertera diaplikasi Dapodik. Tidak bisa mengotak-atik meskipun, pihak dinas mengetahui apa yang seharusnya dilakukan.

“Yang bisa melaksanakan ini hanya Kepala Sekolah dan operatornya, hanya mereka yang bisa mengubah dan memperbaiki data. Dinas Pendidikan hanya bisa memonitor data yang dimasukkan oleh sekolah,” ungkapnya.

Ia menerangkan, didalam aplikasi Dapodik ada beberapa item pilihan, sala satunya data sarana dan prasarana pendidikan, seperti kondisi pembangunan sekolah, dan Kepala Sekolah tinggal memasukkan data valid sesuai dengan kondisi pembangunan di sekolahnya masing-masing.

Setelah data dimasukkan sesuai dengan fakta lapangan, sehingga penyaluran bantuan bisa tepat sasaran sesuai dengan yang dibutuhkan dan diharapkan.

 

Khairul berharap agar seluruh Kepala Sekolah mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman, dan tidak acuh terhadap data yang dimasukkan ke dalam aplikasi yang ada.

Sebab katanya, sekolah tidak akan mendapatkan apapun kecuali apa yang sudah diisi diaplikasi Dapodik.

“Zamannya sudah zaman digital, tidak ada yang manual. Segalanya sudah mudah jika kita mau belajar, itu saja. Jika ada pihak sekolah mendapat kendala ketika merubah dapodik tersebut bisa berkoordinasi dengan bidang sarana dan prasaran Dinas pendidikan,” tandasnya.

Seperti diketahui, program-program pendidikan akan terlaksana secara tepat sasaran apabila data-data yang dibutuhkan tersaji secara cepat, lengkap, valid, akuntabel dan terus diperbarui (up to date). Jika itu terwujud, maka proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi kinerja program-program pendidikan nasional dapat dilaksanakan dengan lebih terukur, tepat sasaran, efektif, efisien dan berkelanjutan.

Untuk merealisasikannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mengembangkan suatu sistem pendataan skala nasional terpadu, yaitu Data Pokok Kependidikan (Dapodik).

Dengan Dapodik, semua data guru yang akan diberikan aneka tunjangan sudah terintegrasi sehingga usulan data calon secara manual tidak lagi digunakan. Kebenaran dan keabsahan data guru yang dimasukkan ke dalam Dapodik, akan dimanfaatkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk melakukan pendataan dan verifikasi sehingga proses yang terkait dengan tunjangan profesi guru menjadi lebih mudah. Dari data yang ada di Dapodik itu, Ditjen GTK kemudian menentukan siapa guru yang berhak dan tidak berhak menerima aneka tunjangan, yang selanjutnya akan ditransfer ke dalam Sistem Informasi Tunjangan (Simtun).

 

Munculnya berbagai permasalahan yang dikeluhkan sebagian guru terkait Dapodik, menurut Ditjen GTK bersumber dari kurang pedulinya guru terhadap data yang dimasukkan ke dalam aplikasi yang ada.

Kemdikbud setiap tahun selalu menyempurnakan peraturan terkait penyaluranan aneka tunjangan kepada guru. Hal itu untuk menghindari terjadinya salah sasaran, dan memperbaiki hal-hal yang belum sempurna, walaupun secara keseluruhan mekanisme yang dijalankan selama ini sudah memperhatikan segala aspek yang terkait dengan penyaluran aneka tunjangan.

Karena itu, pembaharuan data Dapodik, sesuai dengan surat edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 25/D/SE/BP/2018, menjadi sangat penting. Pembaharuan data ini juga membutuhkan kepedulian guru. Karena untuk mengkonfirmasi keakuratan data, guru berperan penting terhadap kebenaran dan ketepatan data yang dimasukkan ke dalam Dapodik yang telah dikirimkan ke Kemdikbud.

Data tersebut akan berpengaruh pada data individu guru yang akan menjadi sumber data utama dalam pemberian aneka tunjangan. Dalam hal ini, peran kepala sekolah sangat diperlukan untuk menjamin kebenaran data guru yang telah dikirimkan, dengan membuat Surat Pertanggung Jawaban Mutlak yang diserahkan ke dinas pendidikan setempat.

Guru berkewajiban untuk memastikan bahwa data yang telah dimasukkan ke dalam Dapodik sesuai dengan data individu yang dimiliki melalui laman www.info.gtk.kemdikbud.go.id, yang dapat dibuka pada aplikasi SimPKB.

Dalam Info GTK itu,akan ditampilkan data individu guru berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan, dan akan menampilkan pula nomor SK aneka tunjangan, yang menandakan bahwa guru tersebut layak dibayarkan aneka tunjangannya.

Untuk mencegah kesalahan data yang telah dimasukkan, guru diharapkan mengisi Dapodik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Apabila Info GTK menampilkan data yang tidak sesuai, data tersebut dapat diperbaiki melalui Dapodik.

Mengingat pentingnya keberlangsuangan data guru terkait tunjangan, baik terhadap tunjangan profesi maupun tunjangan khusus, guru sebaiknya selalu memastikan bahwa data individunya diperbarui.

Redaksi Agara News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed