oleh

Disperindag Aceh Tenggara Lakukan Sidak Pangkalan Elpiji 3 Kg, Begini Penjelasannya

-AGARA, HEADLINE, KUTACANE-30218 Kali Dibaca

Kutacane,  Agaranews.com –  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cane melakukan sidak ke pangkalan gas elpiji bersubsidi, atau elpiji 3 kilogram (kg), di wilayah setempat guna memastikan distribusinya tepat sasaran, Jum,at, 29 Mei 2020.

“Kita sudah membentuk Tem ada 4.Regu,dalam waktu lapan hari akan kita tertipkan,jika kurang waktu yg sudah kita jadwalkan maka akan kita perpanjang ” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cane,Aceh Tenggara, Ramisin Selian SE di Ruang kerjaya,

Tujuannya untuk menyikapi keluhan masyarakat terkait susahnya mendapatkan, serta mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram.

Diakuinya tidak tertutup kemungkinan ada pangkalan yang nakal, dengan menjual gas bersubsidi ke pengecer seperti warung dan rumah makan. Sehingga menyebabkan langka yang bukan di peruntukan bagi masyarakat sekitarnya saja maka tidak mencukupi.

Sejumlah warga antre menunggu giliran membeli gas elpiji 3 kilogram di Kampung kampung,Wilayah Aceh Tenggara, Warga di daerah tersebut mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi sejak sebulan lalu serta harganya naik mencapai Rp 35 ribu per tabung.

Jika hal itu dijumpai, sambungnya pihaknya akan memgambil tindakan tegas. Makanya ia mengimbau pangkalan jangan coba bermain dalam menjual gas bersubsidi jika tak ingin di sanksi.

“Nanti kita lihat temuan kita di lapangan seperti apa, baru kita lanjuti sesuai ketentuan yang ada,” tegas Ramisin Selian SE

Pelaku usaha nonmikro penguna gas bersubsidi terancam dicabut izin usahanya.
“Disperindag mengadakan sidak ke pelaku usaha untuk melihat apakah pelaku usaha memiliki izin menggunakan gas subsidi. Disperindag turun langsung kelapangan untuk melihat langsung agen atau pangkalan yang sudah diberi peringatan tetapi tidak mengindahkan peringatan tersebut,maka disperindag akan mencabut izinnya,” imbuhya

Dengan terobosan yang di lakukan dinas perdagangan Aceh tenggara ini kita selaku masyarakat Aceh tenggara layak meng acukan Jempol karna sangat membantu masyarakat kecil,atau ekonomi lemah. (Ady gegoyong)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed