oleh

Dua Wartawan di ” INTIMIDASI” Pegawai Dinas PMD Deli Serdang

DELI SERDANG – SUMUT, Agaranews.com

Kekerasan dan Intimidasi terhadap wartawan terus berlangsung,kemerdekaan Pers kembali tercederai”, kali ini tindakan “intimidasi” dialami dua orang wartawan online dan media cetak yang terjadi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Deli Serdang yang berada dikomplek Pusat Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu 02 Agustus 2020.

Dua orang wartawan media online dan media cetak yang sedang melakukan wawancara kepada Sekretaris DPMD, Drs. Sahlan terpaksa berhenti karena ada oknum pegawai DPMD diduga mengintimidasi dua orang wartawan tersebut secara tiba-tiba di Aula DPMD sekira pukul 11.40 Wib.

Awal terjadinya tindakan intimidasi kepada wartawan sekira pukul 10.30 Wib, dimana saat wartawan tiba di Kantor Dinas PMD dan tidak ada terlihat pegawai yang bertugas, di lobi kantor dan ruangan sekretaris kosong pintu dalam keadaan terkunci, kedua wartawan itu sempat mengetuk-ngetuk pintu, karena pegawai di lobi tak ada dan pintu ruangan sekretaris kosong,lalu wartawan mengambil fhoto dan dikirimkan kepada Kepala Dinas PMD, Drs Citra Effendi Capah melalui WhatsApp guna memberitahukan bahwa tidak ada pegawai dikantornya tersebut.

Padahal sebelumnya, dikarenaka Kepala Dinas PMD keluar kantor,maka ia mengarahkan wartawan menemui Sekretaris untuk sesi wawancara perihal hasil mediasi Camat Hamparan Perak.

Akan tetapi, ketika kedua wartawan online dan media cetak tersebut melakukan wawancara diruang Aula Dinas PMD dengan Sekretaris, Drs Sahlan, secara tiba-tiba puluhan oknum pegawai PMD mendatangi ruang Aula sembari marah-marah, sontak wartawan yang sedang wawancara dengan Sekretaris kaget, tak disangka wartawan yang sedang wawancara tersebut diintimidasi, dibentak-bentak dan sambil membanting kursi dan memukul meja.

Ketika ditanya kenapa marah-marah dan mengintimidasi wartawan, mereka mengatakan bahwa wartawan telah melaporkan kepada Kepala Dinas jika pegawai tidak ada dikantor, padahal itu tidak benar kalau ruangan Sekretaris dan ruangan lobi counter kantor Dinas PMD kosong,kata mereka.

Dari penuturan oknum pegawai tersebut mereka telah dimarahi oleh atasannya, yaitu Kepala Dinas PMD, Drs Citra Effendi Capah karena menerima informasi tidak ada pegawai dikantornya, sementara yang dimaksud adalah tidak ada Sekretaris diruanganya dan di counter lobi.

“Aku dimarahi dan aku tak terima dimarahi dan dimaki-maki Kadis,”ungkap TM Yahya sambil banting kursi dihadapan wartawan.
“Sempat Bupati tahu kan bahaya,”ucap pegawai lainnya secara serentak.

Ironisnya, sekretaris PMD, Drs Sahlan juga ikut-ikutan marah kepada kedua wartawan tersebut, padahal ia sebagai objek atau sumber sesi wawancara semestinya tidak patut ikut marah dan terkesan terlalu membela pegawai yang diduga sudah mengintimidasi wartawan, semestinya ia bertindak untuk menengahi dan menyuruh pegawainya keluar karena sesi wawancara tersebut belum selesai dilaksanakan.

“Aku keberatan ruanganku kosong difhoto, untuk apa dan ngapain foto-foto ruangan,”ujar Drs. Sahlan sembari menunjuk-nunjuk wartawan.

Sedangkan Kepala Dinas PMD Deli Serdang Drs Citra Effendi Capah ketika dikomfirmasi melalui ponselnya tidak memberikan tanggapan apapun kepada awak media, dua kali dikonfirmasi tidak ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan.

Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed