oleh

Dugaan Pemotongan Intensif Nakes Covid 19 Puskesmas. LSM GEPMAT Mintak Aparat Hukum Diminta Dalami Kasus Ini

 


Aceh Tenggara   Agaranews.com
Terkait adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum Kepala Puskesmas di Aceh Tenggara terhadap indikasi pemotongan intensif Tenaga Kesehatan (Nakes) sejumlah Puskesmas. Kepada Aparat Hukum Kepolisian maupun Kejaksaan secepatnya bisa mendalami kasus ini


Demikian disampaikan Ketua Lsm Gepmat Agara, Faisal Kadrin Dube S Sos, kepada media ini Jumat (19/21) di Kutacane. Sebab intensif Nakes Covid 19 Puskesmas itu sudah menjadi bagian hak mereka yang sesuai dengan ketentuan sebagai Nakes berdasarkan Surat keputusan (SK) kenapa hak mereka masih juga dipotong.

Saya sangat miris mendengar hal ini bahkan sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, karena terendus sejumlah Nakes di beberapa Puskesmas Agara intensif mereka dipotong oleh oknum tertentu.

saya sangat yakin perbuatan pemotongan intensif Nakes tersebut melibatkan banyak pihak bukan hanya pelakunya satu orang saja pasti ada keterlibatan pihak lain sedang kan yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah Kepala Puskesmas setempat. Terang Faisal

Maka nya saya sangat mendorong kepada aparat kepolisian maupun Kejaksaan sebagai penegak hukum untuk secepatnya bisa mengusut tuntas kasus tersebut, dengan memanggil semua kepala Puskesmas yang mendapat anggaran untuk intensif Nakes Covid 19 TA 2020 lalu.

Karena menurut sumber yang saya peroleh sambung Faisal adapun modus operandi yang dilakukan oleh oknum, hasil pemotongan intensif tersebut diberikan kepada Nakes Covid 19 lain yang tidak masuk dalam SK artinya untuk pemerataan, “nah hal ini tentu sudah menyalahi aturan, seharusnya intensif Nakes tersebut diberikan kepada Nakes sesuai dengan SK kok yang tidak tertera di SK dapat bagian. Sekali lagi saya berharap kepada pihak aparat hukum Untuk secepatnya bisa mendalami kasus ini, dengan memanggil semua kepala Puskesmas yang terlibat. Harap Faisal

Diberitakan sebelumnya bahwa, sejumlah Puskesmas di Aceh Tenggara diduga melakukan pemotongan intensif Nakes Covid 19 seperti Puskesmas Kota Kutacane, Puskesmas Biak Muli Kecamatan Bambel, Puskesmas Natam Kecamatan Badar dan beberapa Puskesmas lain.

Sedangkan keterangan Kabid Pencegahan dan Penangulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Tenggara ketika konfirmasi beberapa waktu lalu diruang kerjanya dia menjelaskan bahwa intensif Covid19 para Nakes untuk sejumlah Puskesmas Tahun 2020 itu bersumber bersumber dari APBN Pusat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Pusat (APBN 2020) sekitar Rp. 1.300.000.000.(Satu Miliar Tiga Ratus Juta Rupiah) dengan jumlah Puskesmas sebanyak 19. Jelas Jefri

Sistem penyalurannya sebut Jefri intensif Covid19 para Nakes tersebut diberikan secara bervariasi, tergantung banyaknya pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Besarnya nilai intensif para Nakes sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK) standar intensif Nakes Kemenkes RI.

Besaran Insentif tenaga kesehatan tersebut bervariasi untuk dr Spesialis Rp. 15.000.000. (Lima Belas Juta Rupiah) dr Umum Rp. 10.000.000. (Sepuluh Juta Rupiah) Perawat Medis Rp. 7.500.000. (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan Perawat Medis Lainnya Rp. 5.000.000. (Lima Juta Rupiah) Perbulannya. Beber Jefri SKM

Kadis Dinkes Agara, Zainuddin MKes saat dikonfirmasi media ini pada Jumat (19/22) melalui HPnya belum bisa memberikan keterangan, kendatipun saat dikonfirmasi HPnya dalam keadaan aktif. (Hidayat.D)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed