oleh

Dugaan Pungli dan Siswa FiktIf Penerima PIP   Mis Titi Pasir, Wali Murid Minta Kakamenag Agara  Copot Kepala 

Kutacane Agara  News Sabtu 19/9/2020. dugaan Pungutan Liar (pungli)  dilakukan oleh oknum kepala sekolah bersama dengan oknum bendahara.

Wali Murit  Mis Titi Pasir kecamatan Bukit Tusam Aceh Tenggara,    mendesak kepada Kepala Kantor Kementrian Agama Aceh Tenggara, untuk secepat mencopot oknum Oknun yang diduga pelaku Pungli di Jajaran Pendidikan Agama ini.

Dugaan pungli itu terkait dengan realisasi bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diperuntukkan kepada siswa/ siswi, yang ada di sekolah Mis Titi Pasir Kecamtan Semadam kabupaten Aceh Tenggara itu.

Program PIP  untuk membantu kebutuhan siswa siswi untuk keperluan belajar seperti untuk membeli buku,pulpen tas khususnya untuk keperluan alat tulis belajar bagi Suswa didik.

Demikian informasi ini dihimpun oleh media ini pada Jumat Sabtu 19/9/20 dari sejumlah Wali Murid Mis Titi Pasir. Karena perbuatan oknum Kasek tersebut diduga telah Melawanan  hukum terkait pungli dan  mencoreng nama Lembaga pebdidikan apalagi ini di bawah Kementerian Agama.

Adanya kasus dugaan  pungli ini sudah mencoreng institusi sekolah agama Islam yang seharusnya pungli itu dilarang dalam ajaran agama kita. Untuk itu kami sebagai wali murid merasa resah dan keberatan atas ulah nya yang sudah memotong dana PIP intuk siswa itu. Papar wali murid kepada media ini tapi tidak mau mereka dituliskan namanya

Bahwa pernah diberikan oleh media, sebelumnya terkait adanya dugaan pungli atau pemotongan dana PIP itu terjadi sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2018.

Sedangkan pemotongannya bervariasi jumlahnya mulai dari Rp.100.000.” (seratus ribu rupiah), hingga rp.150 ribu Rupiah, selain adanya pemotongan dana PIP untuk siswa/siswi juga adanya indikasi siswa Fiktip sebagai penerima kucuran dana PIP tersebut.

Lebih rinci lagi dijelaskan bahwa tahun 2016 jumlah siswa/i penerima PIP 32 orang siswa/i persiswa rp.450 ribuan rupiah namun yang mereka terima Rp.350 ribuan rupiah, kemudian tahun 2017 jumlah penerima 42 orang siswa/i seharusnya persiswa mereka terima rp.450.ribu rupiah akan tetapi di terima cuman Rp.350 ribu rupiah selanjutnya untuk tahun 2018 jumlah siswa/i Penerima dana PIP sebanyak 67 orang Rp. 315 ribu rupiah terjadi dugaan pemotongan Rp.154 ribu rupiah persiswa, papar kalangan wali murid.

Bahkan Terkai adanya dugaan pungli di sekolah Mis Titi Pasir kecamatan Bukit. Tusam Agara itu para wali murid sudah pernah mendatangi petinggi di Kantor Kemenag Agara dan juga sudah membuat surat keberatan yang di tujukan ke kantor Kakandepag Aceh Tenggara, serta di bubuhi dengan tanda tangan dan mereka para wali murid meminta kepada pihak kandepag Agara untuk bisa memberikan tindakan tegas terhadap ulah oknum kepala sekolah dan oknum bendahara tersebut sehingga bisa menjadi .

Abdul Halim.S.pd saat di wawancarai  Wartawan   bebera waktu lalu mengatakan, terkait masalah desakan wali murid itu semuanya saya serahkan kepada pimpinan, karena saya hanya menjalankan tugas dan malsalah pungli itu silakan saja konfirmasi ke bendahara saya.singkatnya

Sementara itu Kasi Pendidikan Madrasah ( Kasi Penmad) Kemenag Agara, Ahmad.S. Pdi,” saat di hubungi wartawan mengatakan, masalah ini sudah sampai kepada kami dan sudah di, desakan wali murid itu sudah saya sampaikan kepada Pimpinan Kemenag nanti beliau yang mengambil sikap dan kebijakan atas ulah oknum  kepala sekolah ini tampa merinci tindakan apa yg akan dikenakan terhadap kepala sejolah yg bermasalah itu. Singkatnya .(Kasirin Sekedang).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed