oleh

FORKALTU meminta Kecamatan Simpang Kanan di Mekarkan Menjadi Dua Kecamatan

Aceh Singkil Agaranews.com – Dalam Penyampaian Pandangan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Terhadap Rancangan Qanun (Raqan) Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2020.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Singkil Hasanuddin Aritonang sidang paripurna digelar di ruangan utama kantor DPRK Kampung Baru, Singkil Utara, Kamis (24/09).

Sesuai dengan undang-undang Nomor 23 tahun 2014 pasal 310 ayat (1) dimana kepala daerah menyusun Kebijakan Umum Anggaran
(KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara
(PPAS) berdasarkan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan diajukan kepada DPRK untuk dibahas bersama, berikutnya pada pasal 310 ayat (2) diatur bahwa KUA dan PPAS yang telah di sepakati kepala daerah dan DPRK akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) perangkat daerah.

Dalam dokumen RKPK Aceh Singkil tahun 2020, tema pembangunan yang ditetapkan adalah :
“Peningkatan Industri Kepariwisataan, Petanian dan Perdagangan Menuju Ekonomi Masyarakat Yang Mandiri”.

Lesdin Tumangger dalam penyampaian pandanganya menyebutkan, Sebagaimana kita ketahui bersama akibat dari musibah Pandemi Covid-19, melanda dunia dan juga Kabupaten Aceh Singkil mengharuskan kita melakukan Refoclisung anggaran sehingga mengakibatkan banyaknya program kegiatan skala prioritas tidak dapat dilaksanakan pada anggaran tahun 2020 ini, kami berharap di tahun anggaran 2021 nantinya dapat menjadi program skala prioritas di tahun anggaran 2021, disini dapat kami sampaikan beberapa aspirasi masyarakat, seperti peningkatan jalan aspal pemukiman desa tuhtuhan kecamatan simpang kanan sepanjang lebih-kurang 200 meter, yang sudah di anggarkan tahun 2020, tapi belum terlaksana.

Dan yang tidak kalah penting nya juga disini perlu saya sampaikan aspirasi masyarakat yang tergabung dalam forum komunikasi kampung pembentukan kecamatan lae muntu (FORKALTU) bahwa pada tanggal 18 februari 2020 bertempat di balai kampung lae nipe kecamatan simpang kanan telah membentuk forum komunikasi kampung pembentukan kecamatan lae muntu yang terdiri dari 12 desa antara lain : Kampung Kuta Tinggi, Lae Nipe, Pakiraman, Lae Riman, Siatas, Pertabas, Lae Gecih, Tuhtuhan, Guha, Lae Gambir, Pangi, dan Kuta Batu katanya.

Dalam pembentukan ini turut dihadiri Camat Simpang Kanan, Kapolsek, Danramil, Kepala Mukim Kemukiman Kuta Batu, Kepala Kampung dan BPKam serta tokoh masyarakat mengusulkan pembentukan Kecamatan Lae Muntu tambahnya.

Dan adanya laporan masyarakat Kecamatan Danau Paris terhadap tapal batas daerah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh dengan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara, yang tidak sesuai lagi, sehingga kita khawatir apabila masalah ini tidak segera kita tindak lanjuti akan menjadi masalah dikemudian hari tutupnya.

Reporter : SBY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed