oleh

Gampong Putoh Peusangan Adakan Pelatihan Aparatur Desa, Rahmat Asri Sufa Jadi Pemateri

Bireuen Agaranews.com.                Menutup akhir tahun berbagai kegiatan terlaksana mengisi cuti bersama bahkan liburnya tanggal merah menjadi dorongan tersendiri untuk menambah wawasan terhadap kinerja aparatur desa, Gampong Putoh Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen mengisi luang dan relaksasi akhir tahun dengan mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa dengan tema ‘Tugas dan Fungsi Aparatur Desa’ yang diadakan di Jati Coffee SPBU Paya Meuneng, setelah Isya (30/12/2020)

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Rahmadsyah Harahap, S.Sos dari unsur Kantor Camat Peusangan mewakili Camat, juga hadir Keuchik Gampong Putoh Ridlanur dan Pendamping Desa Imran selaku koordinator kegiatan ini. Pelatihan yang menghadirkan seluruh aparatur desa Gampong Putoh merupakan momentum akhir tahun dalam kajian keilmuan dan membuka cakrawala kepemimpinan di Desa Gampong Putoh.

Keuchik Gampong Putoh Ridlanur menyampaikan, “kegiatan ini bertujuan untuk merefleksi kinerja dan tupoksi aparatur desa, agar lebih terarah dan benar-benar paham akan kinerja sesuai bidang nya masing-masing. Rahmat Asri Sufa, selaku pemateri tunggal juga anak muda berprestasi Bireuen mengulas secara tugas tugas dan fungsi aparatur desa yang mengacu pada perbub Bireuen Nomor 40 tahun 2019”, ujar Ridlanur

Disisi lain, Rahmat Asri Sufa Pemuda berprestasi yang sering terlibat sebagai pemateri di berbagai lokakarya/workshop/seminar tentang desa pun bertindak sebagai narasumber mengungkapkan, “Menjadi aparat desa tidaklah mudah, butuh kesabaran dan kelapangan hati dalam memimpin, karena aparatur desa menjadi garda terdepan yang berhadapan secara langsung dengan masyarakat, keluh kesah bahkan permasalahan yang ada di masyarakat tertampung langsung ke aparatur desa”, ungkap Dosen Muda ini

Lanjutnya, “Tanggungjawab aparatur desa semakin berat, butuh keseriusan dan kerjasama yang baik semua unsur agar hasil yang baik pun terlihat tanpa ada hambatan, dengan demikian regulasi harus menjadi acuan dalam memimpin desa, dan Syariat Islam sebagai pondasi dalam kepemimpinan”, tutup Alumni Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Red.HD…..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed