oleh

Gempur dan Gepmat Minta Polres Aceh Tenggara Proses  Pembangunan dua Gedung  SMKN 1 Kutacane yang Diduga Tidak Siap dan Asal Jadi.

Agara News Kutacane 3/10/2020.

Dua Lembanga Swadaya Masyarakat Aceh Tenggara  Gerakan Masyrakat Pemburu Koruptor (GEMPUR) dan Gerakan Pemuda Mahasiswa Aceh Tenggara (GEPMAT) Minta kepada Kapolres Aceh Tenggara untuk dapat memproses dan meyelidiki adanya dugaan Korupsi terhadap Pembangunan dua Gedung di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kutacane.

Adanya dugaan Korupsi dalam Pembangunan dua gedung di Sekolah Menengah Kejuruan Kutacane ini bukannya tidak beralasan dari informasi yang di terima media ini kamis 1/10/2020 menjelaskan bahwa Pembangunan Gedung Lembabga Sertifikasi Profesi yang baru saja beberapa tahun di bangun kini kondisi Gedung Tersebut sudah rusak. Kerusakan di sana sini terhadap Gedung yang bersumber dari dana APBN ini mencapai Rp 250.000.000, diduga dikerjakan asal jadi oleh pelaksana yang di sebut sebut di kerjakan pihak sekolah dengan Swakelola.

Ada pun yang di sebut sudah mengalami kerusakan terutama Plafon yang sudah jebol di duga di kerjakan asal jadi dan dari bahan yang di duga tidak sesuai spek atau bahan harga murahan.

Pada sisi lain adapun bangunan Proyek Gedung Revitalisasi SMKN 1 Kutacane ini juga diduga tidak siap dikerjakan jelas sumber yang sama kepada media ini, diduga tidak selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana. yaitu pada pekerjaan lantai dua yang belum memiliki keramik seperti pada lantai dasar namun cuma dengan coran semen biasa.

Berdasarkan hasil penelusuran oleh media ini dan rekan dari Lembaga swadaya masyarakat Gempur dan Gepmat ke lokasi  kamis (1/10/20)
Terlihat dengan jelas bahwa pada plafon gedung Lembaga Sertifikasi Profesi sudah rusak sebahagian terutama bahagian luarnya tidak memiliki plafon lagi padahal gedung ini terlihat  baru dibangun beberapa tahun.

dari salah seorang sumber yang enggan dituliskan jati dirinya bahwa pengerjaan proyek gedung Revitalisasi SMKN 1 Kutacane itu bernilai Rp. 1,9 Miliyar rupiah sumber dana dari APBN Tahun 2019 pengerjaannya secara Swakelola oleh pihak sekolah.

Miftah Kabid SMK Provinsi Aceh saat dihubungi lewat selulernya pada kamis (1/10/20) mengatakan bahwa terkait proyek Gedung Revitalisai SMKN 1 Kutacane tersebut saya tidak mengetahui terhadap progres proyek itu, karena anggarannya dari APBN Pusat. singkat Miftah

Sementara itu ketua Lsm Gepmat Agara Faisal Kadrin Dube dan Ketua Lsm Gempur Agara Pajri Gegoh kepada media ini mengatakan dan  sangat menyayangkan hal ini karena gedung ini selain sebagai sebuah lembanga pendidikan juga sebagai tempat mencerdaskan anak-anak bangsa dan daerah Kabupaten Aceh Tenggara pada umumnya kata Faisal dan Gegoh kepada madia ini. Oleh karena itu tegas kedua aktivis ini kami minta kepada Bapak Kapolres Aceh Tenggara untuk dapat memproses dan melakukan peyelidikan terhadap kedua pembangunan Gedung di SMKN 1 Kutacane ini pasalnya kuat adanya dugaan korupsi yang berpotensi merugikan keuangan Negara dari Sumber dana APBN ini. Karena gedung yang baru saja beberapa tahun di bangun sudah rusak hal ini ada indikasi dikerjakan asal jadi tegasnya.

Jamidin Kepala Sekolah SMKN 1 Kutacane setelah beberapa kali dihubungi melalui pesan WA minta konfirmasi namun sampai berita ini di lansir tidak pernah mau memberikan keterangan maupun konfirmasi kendati pesan yang dikirim telah terlihat tanda ceklis biru atau dibaca.

Namun Anehnya, Jamidin Kepala Sekolah Menengah Kejuruan ini menbuat Konfrensi Pers pada Jumat 2/10/2020 di Ruang Kerjanya kepada sejumlah media online dan LSM menuding oknum wartawan mengangkat berita tidak berimbang dan Tendensius bahkan menuding oknum wartawan menjadikannya sebagai Sapi Perahan dilansir dibeberapa media online terbit jumat 2/10/2020.

(Kasirin sekedang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed