oleh

Gotong-royong Babinsa 08/Kuta Baro Bersama PKK Kotak

 

Aceh Besar, AGARANEWS – Budaya gotong-royong yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni gotong-royong, tolong-menolong dan gotong-royong kerja bakti.

Budaya gotong-royong, tolong-menolong terjadi pada aktivitas pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, kegiatan perayaan, dan pada peristiwa bencana atau kematian.

Sedangkan budaya gotong-royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah yang terjadi atas inisiatif warga atau gotong-royong yang dipaksakan.

Adapun yang mengakibatkan hilangnya budaya gotong-royong antara lain tumbuhnya paham individualis, komersialis di kalangan masyarakat, sehingga muncul sifat individualistik yang acuh tak acuh dengan sesamanya, seakan tutup mata dan telinga terhadap orang lain yang memerlukan pertolongan, hanya mau membantu orang yang dikenal saja, bahkan tak jarang yang memiliki motto hidup, “Tidak ada bantuan jika tidak ada imbalan”. Jika itu terus dibiarkan, maka akan tercipta perpecahan dikalangan masyarakat.

Untuk itu, demi menumbuhkan kembali rasa kegotong royongan dimasyarakat, Serda Enggal Suparmogi Koramil 08/Kuta Baro Kodim 0101/BS mengadakan gotong-royong bersama Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Cot Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar yang sudah menjalar dan tumbuh tinggi di kebun toga milik PKK.

“Dengan adanya semangat kegotong-royongan dikalangan masyarakat desa, lambat laun akan mendorong dan mencintai kembali budaya bernilai tinggi yang perlu dilestarikan yang selama ini sudah mulai ditinggalkan para generasi muda kita,” ujar Babinsa. (HD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed