oleh

Ibu Bhayangkari Diabaikan Ketika Menuntut Keadilan di Polres Madina

-HEADLINE, HUKUM, SUMUT, TANAH KARO-30403 Kali Dibaca

Tanah Karo. Agaranews.com –  Sungguh miris nasib ibu Bhayangkari yang mempunyai satu anak ini,lebih dari setahun dia ditinggalkan / ditelantarkan oleh suaminya seorang oknum polisi yang kini bertugas di Polres Mandailing Natal Tapanuli Selatan.

Pernikahan yang sudah berjalan 10 tahun harus kandas ditengah jalan akibat ulah suami yang tak bertanggung jawab,awalnya sioknum polisi berinisial Aipda. S.K.Ritonga ini bertugas di Wilayah Hukum Polres Tanah Karo,kemudian meminta mutasi ke Polres Madina sekitar bulan Nopember 2018.

Aipda.S.K Ritonga berangkat duluan ketempat tugas yang baru,dengan janji,setelah mendapatkan rumah tempat tinggal,anak istrinya akan dijemput dan bersama-sama pindah ke Madina. Namun tunggu punya tunggu hari-hari terus berlalu,sang polisi tak kunjung memenuhi janjinya menjemput Eva ( nama ibu Bhayangkari – Red ) dan anaknya,yang masih tinggal Asrama Polsek Kec.Tiga Panah,Kab.Karo.

Untuk itulah, Eva mengambil kesimpulan menyusul sendiri suaminya ke Madina bersama anaknya,sesampai di Madina,bukan sambutan hangat dan rasa rindu yang mereka dapatkan,justru Eva mendapati suaminya bersama wanita lain dan langsung memberikan talak cerai dan berniat menceraikan Eva.

Mendapat perlakuan demikian,ibu dan anak malang ini pulang ke Tanah Karo,dan mencari rumah kos-kossan, untuk menyambung hidup,ibu muda ini rela melakukan apa saja,termasuk menjadi pekerja diladang orang dilakoninya. Karena setelah tiga bulan kepindahan suaminya,mereka tidak lagi diberi nafkah.

Demi anaknya,Eva berusaha untuk mencari solusi agar bisa kembali bersama dengan suaminya,ada beberapa kali dia mendatangi suaminya di Madina tempat S.K.Ritonga bertugas,tapi tak mendapatkan solusi apa-apa,meskipun sudah melapor kepihak Polres atas tingkah suaminya itu.

Setelah lebih dari setahun berlalu,Eva kembali mendatangi Polres Madina,pada Kamis 14 Mei 2020,dengan niat melaporkan perlakuan suaminya kepihak yang berkompeten,(dalam hal ini pihak Polres) setiba di Polres sekira pukul 09.00 Wib.
Eva langsung menghadap ajudan Kapolres,meminta Kapolres Madina,AKBP. H.T.Silalahi meluangkan waktu mendengar keluhan ibu Bhayangkari ini.

Akan tetapi dikarenakan tidak mengajukan surat terlebih dahulu,Kapolres tidak bisa menerima kehadirannya,lalu dia diarahkan ke Kabagsumda, dihadapan Kabagsumda,Eva menceritakan kronologi yang dialaminya,tapi lagi-lagi tidak mendapatkan solusi yang di inginkan,bahkan pengaduannya ini terkesan dicuekin.

Mendapati hal tersebut, ibu muda ini diarahkan melapor ke Propam Polres Madina, dikantor Propam,dia bertemu dengan Kasi Propam Ipda.B.Silalahi, belum sempat melapor,Kasi Propam,mengatakan tunggu ya saya ambil baret kerumah dulu.

Waktu ketika itu menunjukkan pukul 11.30.Wib, tunggu punya tunggu, hingga pukul 15.00 Wib, Kasi Propam datang dan mengatakan,kami ada acara bersama Kapolres ke Pasar Baru bagi-bagi masker,tunggu ya nanti saya dampingi melapor ke SPKT.

Jampun terus berlalu,pukul 17.30 Wib,waktu tutup kantor telah tiba,semua pegawai Propam sudah pulang,ibu ini dibiarkan menunggu seperti kucing kurap, tiba-tiba Kasi Propam datang,masuk keruangannya,dan tak muncul-muncul lagi,maka Evapun langsung menuju ruangan SPKT.

Sesampai diruangan SPKT,dikarenakan bulan ini adalah bulan puasa dan telah sampai waktu berbuka,maka lagi-lagi dia disuruh menunggu hingga pukul 20.00.Wib dan menghadap lagi setelah usai berbuka puasa. Dihadapan penyidik dan Kanit PPA, Eva menceritakan cerita sedih yang menimpa dia dan anaknya.

Bahwasannya,suaminya S.K Ritonga telah kawin lagi dengan wanita lain,dan sekarang telah mempunyai satu anak perempuan,dan mereka telah mengontrak sebuah rumah,sementara Eva dan anaknya ditelantarkan di Tanah Karo.

Tapi sangat disayangkan,pengaduannya seakan tak berarti,dikarenakan pihak Polres ( SPKT ) meminta surat nikah pasangan Ritonga dan istri barunya,Eva mengatakan gak mungkin bisa dapat bukti surat nikah,karena mereka itu kan menikah diam-diam dan Ritonga mempunyai istri sah,ya saya…mana ada KUA yang berani mengeluarkan surat nikahnya.

Padahal Eva telah mengatakan siapa yang menikahkan,siapa saksi,dan dimana mereka menikah,tapi tetap harus ada bukti tertulis kata pihak Polres,bahkan keterangan Kepala Desa Pintu Padang Julu Kec.Siabu,Kab.Madina tempat Ritonga mengontrak bersama istri simpanannya,yang mengatakan betul Ritonga tinggal di Wilayah itu bersama istri,itu juga dikatakan belum cukup bukti oleh pihak SPKT.

Sambil menangis Eva mengatakan,memohon kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Sumut,mohon berikan keadilan kepada saya dan anak saya,masa saya selaku Bhayangkari diperlakukan oleh bawahan-bawahan bapak seperti tak ada harga diri,mau mengadu saja dibola-bola seperti anjing yang tak mau makan.

Banyak kasus ibu-ibu Bhayangkari seperti saya ini,suaminya kawin lagi,anak-anaknya terlantar tapi ketika melapor tak pernah bisa mendapatkan solusi dan keadilan,sekali lagi saya memohon dengan sangat kepada Bapak Kapolri dan Kapoldasu untuk memperhatikan perlakuan bawahan bapak yang tidak manusiawi pak…ucap Eva sambil tersedu-sedu.

Sementara itu Surya Rambe ( Reporter TVRI ) yang ketika itu mendampingi Eva,mengatakan,dari banyaknya Polres yang ada di Sumut,baru Polres Madina ini yang pelayanannya begitu buruk,ibu Eva ini ibu Bhayangkari didampingi Tim Wartawan lagi,tapi masih mendapat perlakuan yang kurang baik,dibola kesana-sini,konon lagi rakyat biasa yang datang,sudah dapat dipastikan mendapat perlakuan lebih parah lagi,kata Surya dongkol.

Hampir senada Widya Sinaga yang juga ikut mendampingi Eva juga mengatakan,saya sudah rekam semua sejak awal tiba di Polres hingga malam ini bagaimana sambutan pihak Polres kepada kami, kami dicuekin,tak ubah seperti binatang,kami disuruh nunggu sampai tutup kantor,padahal kami datang dari jauh,perjalanan kami memakan waktu 12 jam dari Tanah Karo ke Madina ini,seharusnya bisa sedikit dihargai,karena kami telah mengorbankan tenaga,waktu dan materi,kami betul-betul kesal diperlakukan seperti bukan manusia,jadi mohonlah kepada bapak Kapolri dan Kapoldasu meninjau ulang cara kinerja anggota bapak khususnya di Wilayah Hukum Polres Madina ini,ujar Widya kesal.

Ketika awak media ini mempertanyakan apa langkah Eva selanjutnya,bila di Polres Madina tidak mendapat tanggapan dengan baik, Eva menyatakan akan mengadu ke Poldasu, kalau tidak juga ditanggapi saya langsung ke Mabes Polri,karena perjuangan saya ini bukan hanya untuk saya dan anak,tapi saya juga ingin memperjuangkan hak-hak ibu Bhayangkari yang diperlakukan seperti saya,banyak sekali ibu bhayangkari yang mengalami nasib seperti saya,tapi mereka tidak berani atau tidak mau mengadu karena takut akan mendapat perlakuan seperti yang saya alami ini,maka dari itu mohon dukungan dari rekan-rekan Pers,supaya kasus saya ini dapat diketahui oleh Pak Kapolri dan Pak Kapoldasu,ungkap Eva reporter.
Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed