oleh

Jacob Ereste : *Bank Syariah Di Aceh Sangat Mengecewakan Pelayanan Untuk Masyarakat*

Nasional, Agaranews.com                     Bank Syariah di Aceh sedang dilanda masalah. Mau transfer dan manabung pun tidak bisa, setidaknya sejak Kamis 24 Desember 2020 hingga Selasa (hari ini) 29 Desember 2020. Akibatnya banyak pemegang rekening Bank BRI dan BNI Syariah di Aceh yang merada sangat dirugikan akibat tidak bisa melakukan transaksi serta melakukan transfer melalui Bank tersebut.

Kekisruhan yang dialami nasabah Bank BRI dan BNI Syariah itu telah membuat warga pengguna jasa Bank Syariah yang ada di Aceh dangat dirugikan.

Pengalaman ini dialami langsung oleh YIL, yang masih enggan menyebutkan identitasnya, karena dia inginan melakukan gugatan terhadap pelayan Bank yang telah mengecewakan dirinya dan mungkin juga banyak warga masyarakat Aceh lainnya.

Padahal, sesuai UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan dan keseimbangan (‘adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme.

Tujuan Bank Syariah itu pun pertama untuk mengarahkan kegiatan ekonomi umat agar bermuamalah secara Islami, khususnya muamalah yang berhubungan dengan perbankan agar terhindar dari praktek riba atau jenis perdagangan, stabilitas ekonomi/ moneter pemerintah.

Kecuali itu Bank Syariah gunanya adalah untuk menjaga stabilitas ekonomi/moneter pemerintah.

Lalu mengapa masalah yang dialami oleh YIL bisa terjadi, sehingga upaya untuk melakukan transfer harus mengalami kesulitan fan nerugikan karena sampai dua hari mencoba untuk melakukan transfer danntransaksi liannya (sejak hari Senin 28 Desember 2020 hingga Selasa 29 Desember 2020)
tidak bisa juga dilakukan atau tidak mendapat pelayanan yang seharusnya tidak mengecewakan ?

Kasus terhambatnya warga masyarskat Aceh melakukan transaksi atau transfer melalui Bank Syariah yang ada di Aceh diharap oleh YIL yang telah mengalami kekecewaan dan kerugian bisa mendapat perhatian para pihak yang berkepentingan, utamanya Gubernur Aceh serta pimpinan Bank Syariah setempat. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed