oleh

Jalan Desa Tak Ubahnya Seperti Kubangan Kerbau

-HEADLINE, SUMUT, TANAH KARO-30181 Kali Dibaca
WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.45(1)
WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.44
WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.44(1)
WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.44(2)
WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.45
WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.45(1) WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.44 WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.44(1) WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.44(2) WhatsApp Image 2020-06-15 at 21.33.45

 

Tanah Karo. Agaranew.com |  Jalan umum menuju Desa Kuta Mbaru dan Desa Mardinding Kec.Tiga Nderket, Kab.Karo,Prov.Sumut sungguh memprihatinkan,batu-batu berhamburan,tak lagi nampak ada aspal,dan beberapa bagian berlobang cukup dalam tak ubahnya seperti pemandian kerbau.

Gagah Sitepu seorang warga asal Desa Kuta Mbaru yang bermukim di Kabanjahe setiap harinya melalui jalan ini untuk menuju keladangnya mengeluhkan,jalan rusak seperti ini sudah cukup lama,dan sudah pernah kami usulkan ke Pemerintah Daerah agar segera diperbaiki.

Akan tetapi suara kami tidak didengar,hingga ya seperti inilah yang kami lalui setiap harinya, pinggangpun rasanya mau patah,kami juga harus mengeluarkan biaya ekstra,karena kendaraan kita juga cepat rusak melalui jalan yang kupak-kapik seperti ini,ujar Gagah kepada awak media ini pada Senin 15 Juni 2020 ketika kami bersama- sama turun kelapangan mensurvei jalan yang dikeluhkan masyarakat Desa Kuta Mbaru dan Desa Mardinding.

Sementara itu,hampir senada Bapak Rafa mengatakan, jalanan rusak ini sebenarnya, selain daripada tidak ada pembuangan air/parit, jalan ini dilalui oleh mobil-mobil truk yang mengangkut dolomit yang kami nilai melebihi tonase,sedangkan bantuan perbaikkan jalan tidak pernah ada dari pengusaha tambang dolomit tersebut,ujarnya.

Maka dari itu kami berharap agar ibu menyampaikan sama Pemkab.Karo Cq Dinas PUD supaya segera mungkin tolong di perbaiki jalan menuju desa kami ini,sudah sekian tahun tak pernah mendapat sentuhan perbaikkan,dan kalau bisa menegor juga pengusaha dolomit itu,karena kontribusi apapun tak ada ke desa kami ini,padahal puluhan truk dolomit setiap hari keluar dari sini,masa tidak ada semacam dana CRS begitu untuk desa..katanya seakan menggerutu diakhir perbincangan.

Reporter :  Lia Hambali

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed