oleh

Judi Di Wilayah Hukum Polsek Tiga Panah Tak Bisa Diberantas Karena Dibekingi Beberapa Oknum

Tanah Karo, Agaraanews.com
Judi memang agaknya tak bisa diberantas di Tanah Karo, apalagi Suku Karo tersohor sebagai pamain joker,makanya ada istilah ” Joker Karo “, namun Joker Karo adalah semacam permainan rakyat, untuk melepas jenuh kaum bapak setelah seharian kerja diladang, judi ini biasanya hanya taruhan segelas teh manis…hanya semacam hiburan belaka,tidak bisa disebut perjudian,itulah awal bincang – bincang kami dengan seorang bapak bermarga Tarigan warga Desa Tiga Panah disebuah warung kopi pada sore ini Selasa 12/1/2020.

Pak Tarigan mengeluhkan situasi permainan judi mesin ketangkasan tembak ikan di Wilayah Hukum Polsek Tiga Panah, dimana mesin – mesin ini tumbuh bak jamur dimusim hujan, hampir setiap gang ada kedai yang ditaruh mesin ketangkasan mesin tembak ikan tersebut. Pemainnya mulai dari remaja hingga lansia dan saya yakini manusia tak akan pernah bisa menang melawan mesin, kesalnya.

Berdasarkan cerita Pak Tarigan, kami mencoba menelusuri tempat – tempat yang ia katakan, benar saja, didepan pasar Tiga Panah ada beberapa kedai yang di isi mesin ketangkasan tembak ikan ini, dari pantauan kami sangat ramai pemain didalam kedai – kedai tersebut.

Lalu kami lanjut ke Kecamatan Merek yang masih wilayah hukum Polsek Tiga Panah, kami sangat kaget dan tercengang melihat sebuah mobil dinas patroli polisi mengutip setoran ditempat perjudian tersebut. Dan setelah kami mencoba menanyakan sama seorang cewek penjaga tempat perjudian tersebut, ia menyodorkan uang Rp 100.000 sembari mengucapkan segini cuma jatah wartawan karena satu orang wartawan cuma kami kasih jatah Rp 30.000 /minggu kata boz kami,begitu ia mengatakan.

Kemudian kami tanyakan siapa boz kalian,..? dia jawab oknum wartawan yang tinggalnya di Berastagi, tambahnya lagi, lalu kamipun pergi menginggalkan lokasi.

Tapi karena kami masih penasaran akan tempat – tempat judi mesin ketangkasan ikan – ikan yang katanya menjamur, kami telusuri lagi kearah jalan mengarah ke Simalungun, lagi – lagi kami berhenti disebuah warung yang diduga ada mesin tembak ikannya. Disitu mabil kami duluan diphoto oleh sang penjaga tempat judi tersebut, lalu dia datang dan meminta KTA kami, sembari menyodorkan uang Rp 100.000, ini kata boz katanya, lagi – lagi kami kaget koq setiap tempat perjudian belum sempat bertanya apa – apa uang Rp 100.000 yang dikasih.

Dengan sedikit jengkel, kami tanya siapa boz mereka, si pria mengatakan oknum aparat TNI sambil menyebutkan kesatuannya ( Maaf tidak etis kalau kami sebutkan disini ).

Jadi kita berpikir, kalau begini perjudian mesin ketangkasan tembak ikan – ikan khusunya diwilayah hukum Polsek Tiga Panah tidak akan mampu diredam apalagi dihilangkan, karena ada tiga oknum terlibat membekingi judi tersebut, Oknum Polisi, TNI dan Wartawan,…jadi warga mau mengadu sama siapa yaaa….???

Reporter : Kia

Editor : Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed