oleh

Kapolres Karo,AKBP.Yustinus Setyo : Paham Radikalisme Tidak Boleh Berkembang Khususnya di Tanah Karo

Karo,Agaraanews.com
Dalam situasi Pandemi yang berkepanjangan saat ini,hendaknya kita hidup dengan situasi aman dan damai,cukuplah kita dipusingkan memikirkan situasi ekonomi yang semakin sulit ini.

Jangan lagi kita dibebani dengan hal-hal yang sifatnya merusak kedamaian di Negeri ini,Pemerintah sudah cukup capek memikirkan pandemi covid-19,dana yang dikucurkan untuk menanggulangi virus ini sudah begitu banyak,semua anggaran telah dikucurkan untuk memutus mata rantai covid-19,ujar Kapolres Karo,AKBP,Yustinus Setyo Indriono,SH,MH.SIK saat berbincang dengan awak media ini,Selasa 22 Desember 2020 siang dikantornya,Jalan Veteran Kabanjahe.

Yustinus melanjutkan, kita lihat sekarang ini dibanyak pemberitaan,dimasa pandemi kita dilarang berkumpul,berkerumun,tapi masih saja ada yang melakukan demo-demo demi seseorang atau satu kelompok dengan membawa issu Agama.Akibatnya dapat dipastikan yang tertular virus covid-19 semakin banyak dan semakin tak terkendali.

Untuk itu tambahnya,kita sebagai warga Negara yang baik dan sebagai Aparat ( TNI/Polri ),kita akan tindak tegas bila ada yang mengancam keamanan Negara Republik ini,kita akan menindak tegas siapapun yang bertindak radikalisme,karena apapun dan siapapun dibelakangnya,” Negara Tidak Boleh Kalah oleh satu kelompok atau golongan yang ingin memecah belah Persatuan dan Kesatuan NKRI “,tegasnya.

Tambah Kapolres lagi,mengapa Organisasi ini besar,…? karena membawa-bawa suatu Agama,padahal sudah jelas Agama berpedoman kepada satu Alkitab, kalau Islam mereka berpedoman kepada Kitab Suci Alquran. Maka Kitab suci itu apabila jatuh ketangan orang yang benar,maka dia akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat banyak,namun bila jatuh ketangan orang jahat,maka dia akan menghancurkan suatu kaum bahkan Bangsa,ungkapnya.

Kapolres Karo yang beragama Katolik ini menegaskan bahwa,di Tanah Karo hingga saat ini kondusif,aman dan terkendali,karena masyarakatnya sangat memegang teguh Adat dan Budaya Karo,masyarakat Karo saling menghargai walaupun berbeda Agama,berbeda Suku tapi ada semacam pepatah yang mereka pegang dan yakini yakni, Rakut Sitelu,tutur Siwalu,Sepuluh dua tambah sada “,yang secara garis besarnya dapat diartikan bahwa, Masyarakat Karo tidak memandang perbedaan,pendatang yang datang akan mereka rangkul dijadikan saudara,jadi dapat dipastikan paham radikalisme tidak akan bisa berkembang di Tanah Karo,dan sampai saat ini hal demikian tidak pernah ada,bila ada gejala-gejala kearah sana,maka kita tidak akan segan-segan untuk menindak dan membasminya,karena paham radikalisme mengancam sendi-sendi kehidupan bernegara,tutup Yustinus.

Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed