oleh

Kepala Desa Lawe Mantik Kecewa Gagal Dapat Pembangunan Gedung Pembibitan Coklat Tahun 2019

-AGARA, HEADLINE, KORUPSI, KUTACANE-30190 Kali Dibaca

Agaranews, Aceh Tenggara-  Pembangunan Peningkatan Inprastruktur Pedesaan Gedung Pembibitan Coklat Tahun 2019, Sumber dana APBK, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Tenggara,

Dengan Anggaran Sebesar Rp 97.830.000,- yang dikerjakan oleh rekanan CV.Lembah Alas, yang di duga tidak tepat sasaran karena bangunan tersebut”

” Menurut keterangan dari kepala desa Lawe Mantik M.Nababan , beberapa waktu lalu mengungkapkan pada wartawan Media ini, pembangunan gedung pembibitan coklat tersebut adalah usulan kami pada Musrenbang Kecamatan, di akhir Tahun 2018, bahkan dalam Musrembang Kabupaten sudah di setujui usulan pembangunan gedung pembibitan coklat tersebut.

“Namun ironisnya bangunan tersebut malah di alihkan ke desa Cinta makmur Kecamatan Babul Makmur kabupaten Aceh Tenggara,” Pungkasnya.

 

WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.54.58
WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.55.01
WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.55.49
WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.55.00
WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.54.58 WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.55.01 WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.55.49 WhatsApp Image 2020-06-28 at 21.55.00

 

“Dari hasil pantauan wartawan media ini turun kelapangan kedesa cinta makmur guna mengecek kebenaran nya, Minggu (28/06) terlihat bangunan tersebut sudah siap di kerjakan namun belum di cat”

“Junaidi sinaga, Ketua DPC Lsm Komunitas Pemantau Korupsi Nusantara (KPK- N) Aceh Tenggara, Minggu, (28/6) menanggapi kekecewaan kades lawe mantik kecamatan babul makmur itu wajar saja kepala desa tersebut kecewa,

Yang seharusnya gedung tersebut menjadi aset desa Lawe Mantik, dengan ada nya dialih kan proyek bangunan gedung pembibitan coklat itu ke desa lain, apa lagi tidak ada berita acaranya pengalihan itu,” yang seharusnya ada berita acaranya, pungkas Junaidi Sinaga.

“Junaidi tambahkan di ketahui dari informasi dari warga desa cinta Makmur yang namanya enggan di publikasikan,

Bahwa bangunan gedung pembibitan coklat tersebut di bangun di tanah pribadi, salah seorang oknum DPRK, Aceh tenggara, inisial, Ths,” bukannya dibangun di tanah milik aset desa,” dengan itu Junaidi meminta agar penegak hukum yang berkeponten untuk menelisik Anggaran pembangunan gedung pembibitan coklat di desa cinta Makmur. Tutup nya.

Reporter (Ady Gegoyong)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed