oleh

Kepala Disdikbud Singkil, menjelaskan tentang Keluhan Wali Murid Terkait Buku Pelajaran.

Aceh Singkil Agaranews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil menjelaskan tentang keluhan wali murid se Kabupeten Aceh Singkil terkait buku pelajaran, Kamis (10/09).

Sebelumnya ada beredar di media online dan media cetak keluhan wali murid di Kecamatan Pulau Banyak yang mengatakan begitu sulit dalam mendampingi anak-anak dalam belajar daring ada buku sejenis mapel, dan juga buku panduan tidak ada kata salah seorang wali murid di kecamatan Pulau banyak itu.

Belajar daring seharusnya banyak buku pendamping yang bisa menjadi bahan ajar untuk siswa, Jadi menutupi kekurangan buku itu sebagai bahan pembelajaran, saya terpaksa mendownload salah satu aplikasi yaitu Rumah belajar oleh Pusdatin Kemendikbud: https://belajar.kemendikbud.go.id.

Sementara itu biaya yang tidak sedikit harus dikeluarkan ditambah belum pengeluaran keperluan lainnya, seperti mengisi kuota untuk pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19,” kami sebagai orang tua tidak lagi memikirkan masalah buku. apalagi perekonomian di masa covid ini, kita bukan hanya memikirkan masalah biaya pendidikan kita juga harus memikirkan biaya hidup,”.

Kepala Disdikbud pendidikan dan kebudayaan Khalilullah mengatakan pada media, melalui vidcom kita sudah bicarakan secara langsung, dan kita pertanyakan pun lebih detil, karena ini kan masalah bencana non alam, tidak semua orang siap untuk membuatnya segala sesuatunya secara sederhana.

Maka di arahkan itu hingga melalui vidcom tanggal 2 sebtember 2020 lalu yang nara sumbernya kementrian dalam negeri (Kemendagri) langsung dan kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), gak bisa menjawab, karena Disdikbud Malimantan itu perotes, sekarang rencana pemerintah pusat sudah menyiapkan dana 7 triliun lebih itulah membantu pulsa pada guru dan siawa, jelasnya.

Yang sekarang dientri nomor-nomor itu dari aplikasi, yang menjadi persoalan itu adalah beberapa kabupaten kota perotes, karena masalahnya jangankan henphone, lisrrik pun tak masuk, ya syukur kita di Aceh Singkil ini tidak ada halangan dan hambatan tentang hal itu, terimakasihlah kita dengan adanya bantuan itu, bantuan berupa paket pembelajaran yang bisa digunakan untuk belajar atau keperluan lainnya dan seterusnya, pungkasnya.

“Ya ini pun tergantung perkembangan nantinya, kami sudah serahkan kepihak sekolah, dan kita juga sudah mengentri dan sebenarnya kemaren surat pertama itu dari 31 agustus 2020 lalu, kemudian karna banyak kita mendapat laporan, belum sempat selesai jadi sekarang diperpanjang sampai habis bulan september ini”, tutupnya.

Reporter : SBY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed