oleh

Kepala SMK Negeri 1 Kutacane  Biaya  Penerimaan Siswa Baru TA 2020 Mencapai Rp 800.000.

Kuta cane Agaranews.com                  Kepala SMK Negeri 1 Kutacane Jamidin membenarkan adanya pungutan sebesar Rp 800 000. (Delapan ratus ribu rupian) bagi setiap siswa baru masuk pada tahun 2020.demikian di kemukakan Jamidin Kepada Wartawan saat di kompirmasi lewat telp Selasa/9/2020.

Dana yang di pungut dari Siswa ini diperuntukkan bagi delapan item kegiatan siswa antara lain untuk pembelian baju olah raga ,Baju Batik , Lambang dan lain lain.ungkapnya. Namun pengelolaannya sepenuhnya oleh Komite Sekolah.

Dugaan pungutan liar (pungli), dalam penerimaan  siswa /siswi baru  untuk Tahun Ajaran TA -2020 di SMK Negeri 1 Kutacane Aceh Tenggara  mencapai Rp 800 ribu rupiah per siswa. Sangat memberatkan bagi wali Murit Jelas Paisal Kadri Dube apalagi dalam kondisi saat ini yang sedang dilanda  Covid 19. Dewasa ini bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup saja sudah terasa berat malah pihak sekolah kembali membebani orang tua Murit dengan dalih pengadaan Atribut sekolah. Paisal menilai perbuatan ini mengandung unsur Pidana.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala SMKN 1 Kutacane Aceh Tenggara Jamidin Spd kepada sejumlah wartawan di Kutacane pada Selasa 8/9/20 melalui hpnya, “ya terkait biaya untuk di SMK Negri 1 Kutacane sebesar Rp 800 ribu rupiah per siswa. Ujarnya

Akan tetapi terkait dalam sistem pembayarannya itu mekanismenya semua diatur didalam  kesepakatan antara pihak Komite sekolah dengan pihak wali murid. Dan saya sebagai Kepala Sekolah hanya mengetahui saja..

Sedangkan  Jamidin menjabarkan bahwa dari jumlah uang Rp 800 ribu yang disetorkan oleh setiap wali murid itu   untuk keperluan siswa baru yang telah lulus sebagai siswa di SMK Negri 1 kutacane,  untuk membeli baju olah raga,lambang sekolah baju kemejadan lain. Tegasnya.

Kemudian ketua Lsm Gepmat  Faesal Kadri Ndube SSos kembali memberikan  tanggapan terkait adanya  dugaan pengutipan terkait  penerimaan siswa baru di SMK N 1 Kutacane, karena  hal menyalahi  Permendikbud No 44 Tahun 2012. Dan Perpres No 48 Tahun 2008.

Sehingga terkait hal itu mereka sudah melanggar undang undang diatas. Maka 0 saya meminta kepda pihak aparat hukum Kepolisian maupun Kejaksaan  Negeri Aceh Tenggara untuk secepatnya bisa memanggil oknum komite sekolah dan kepala sekolah SMK Negeri 1 Kutacane Agara. Tegas Paisal kepada sejumlah wartawan di kantor PWI Kutacanr Selasa 8/9/2020.
Kasirin Sekedang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed