oleh

Kisruh Kapus Gur-Gur Pardomuan Sunat BOK Dan Mutasikan Staff Akhirnya Minta Damai

-AGARA, HEADLINE, KUTACANE-30206 Kali Dibaca

ACEH TENGGARA, AGARANEWS | Kepala Puskesmas Gur Gur Pardomuan yang sebelumnya menyunat dana BOK dan memutasikan empat tenaga kesehatan atau staff pada tanggal 20 April 2020 lalu, akhirnya berdamai dengan para Staffnya, yang difasilitasi Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Kamis (11/06/2020) di ruang rapat Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Menurut keterangan Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Saiful Habib, perdamaian antara Kepala Puskesmas Gur Gur Pardomuan dan staffnya difasilitasi Dinas Kesehatan.

“Kita hanya mendamaikan mereka secara kekeluargaan, kalau masalah proses hukum kita tidak terlibat.” ujarnya

Perdamaian antara Kepala Puskesmas Gur Gur Pardomuan dr Indah Tambunan dengan para Staff tidak ada perjanjian secara spesifik atau membuat surat pernyataan, namun ada nilai yang ditetapkan sebesar Rp 15 juta.

Ketika ditanya uang senilai Rp 15 juta untuk keperluan apa, Sekretaris tidak menjelaskan secara rinci. Dia hanya menjelaskan para Staff yang telah dimutasi akan dikembalikan ke tempat semula.

Salah seorang staff yang enggan namanya dipublish menyebut, uang senilai Rp 15 juta diberikan kepada mereka yang berjumlah 15 orang dengan surat pernyataan tapi belum dibuat, mungkin besok. Katanya ketika ditanya awak media saat keluar dari ruang rapat Dinkes Agara.

Sebelunya, Kepala Puskesmas Gur Gur Pardomuan Sunat dan Mutasikan empat staffnya. Pemutasian terhadap ke empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Gur Gur Pardomuan kemudian menuai polemik, dimana ke empat tenaga kesehatan itu mempertanyakan proses pemutasian yang terkesan aneh.

Menurut keterangan para Staff yang dumitasi ketika itu, mereka dimutasikan oleh kapus karena menuntut haknya yang belum dibayarkan. Seperti jasa Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan pemotongan dana BPJS, jasa rutin tahun 2018-2019 dan pos anggaran untuk pakaian yang tidak pernah di distribusikan.

Kemudian ke 15 orang staff yang tidak senang haknya disunat melaporkan kasus penyunatan tersebut kepada pegiat anti korupsi atau Lsm setempat, sehingga kasus tersebut sampai ke ranah hukum.

Adapun perdamaian tersebut kampus gugur pordomuan di pindahkan dari kapus dan yang di mutasi kan di kembalikan lagi ke tempat semula di puskesmas gur gur pordomuan ujar salah satu yang di mutasi. TIM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed