oleh

Koordinator Aksi Unjuk Rasa Proyek 21 M, Tetap Semangat walau Tanpa Mengantongi STTP

Aceh Singkil agaranews.com – Masyarakat Kampung Teluk Rumbia dan Rantau Gedang mengaku akan tetap melakukan aksi unjuk rasa terkait permasalahan proyek jalan singkil – teluk rumbia senilai Rp 21 miliar. Rabu (09/09).

Koordinator aksi unjuk rasa Zulkarnain menyampaikan kepada awak media ini, yang bahwa itu akan tetap mereka lakukan walaupun tanpa Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak kepolisian yang tidak dikeluarkan sama sekali oleh Polres Aceh Singkil.

Zulkarnain mengatakan “In Shaa Allah kami akan tetap lakukan aksi unjuk rasa terkait proyek Rp 21 miliar tersebut, dan kita hari ini lagi persiapan segala sesuatunyan dan termasuk Petisi”, Katanya.

Kata Zulkarnain menjelaskan, berdasarkan penjelasan dari pihak intelkam polres aceh singkil sebelumnya bahwa surat yang mereka layangkan ke polres aceh singkil sudah berada di ruangan atasan ( Kapolres ) Aceh Singkil.
“Tapi kendala nya ada rapat”, jelas Zul.

Menurutnya, pihaknya akan tetap turun aksi walau tanpa STTP dari Polres Aceh Singkil, dan In Shaa Allah kami akan tertib dan sebisa mungkin melakukan sesuai anjuran pemerintah dan apa yang dikhawatirkan oleh pihak Polres Aceh Singkil yakni menjalankan kegiatan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Karna kita dari warga teluk rumbia dan rantau gedang pasti akan turun unjuk rasa jika tidak ada aral yang melintag serta halangan yang memungkinkan kita untuk tidak turun aksi. “kegiatan aksi ini akan kami laksanakan pada: Hari /tanggal : Kamis/10 September 2020
Pukul : 10:00 – sampi dengan selesai, Titik kumpul : Tugu BPD Pulau Sarok Singkil, Tempat Aksi: Kejaksaan Negri Singkil, paparnya.

Tuntutan kita diantaranya meminta Kejari Aceh Singkil agar segera menyelesaikan kasus Proyek Peningkatan Jalan Singkil-Teluk rumbia yang dugaan ada mark up didalamnya dan menuntut pembangunan jalan tersebut supaya dapat diselesaikan, Sebab jalan itu berguna untuk menunjang ekonomi, dan lebih paling penting jika ada orang sakit tidak mersa kesulitan untuk dibawa ke puskemas, sambungnya.

Kalau pejabat melanjutkan bangun jalan kami, itu tandanya pejabat menyelamatkan anak kami dalam kandungan, Tutupnya.

Reporter : SBY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed