oleh

Mari Bijak Bersosial Media

-AGARA, HEADLINE, OPINI-30157 Kali Dibaca


*Saring sebelum sharing
*Jauhkan hoax, isu provokatif, ujaran kebencian, SARA, dan makar

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

Kita masih sering melihat dan membaca di sosial media(facebook, instagram, WA)
; Berita-berita yang keakuratannya masih dipertanyakan, isu provokatif(memancing-mancing), dibagikan ke khalayak ramai tanpa ketelitian; isu suku, agama, ras, dan antar golongan(SARA), bahkan ada kecenderungan memperlemah wibawa pemerintah, yang bisa mengarah ke tindakan makar secara terselubung.

Saya ambil contoh, kira-kira seperti ini,TKA Cina banyak menguasai pekerjaan di Indonesia, isu komunis dan simbolnya, isu utang, isu pencaplokan wilayah, dan Anies Baswedan for president RI, dll.

Entah kenapa, kadang kita melihat akun-akun ini, apakah sumbernya akurat, fakta,objektif, atau hanya karena tangan yang latah, dan buat pancingan(provokatif), sehingga suasana bertambah keruh dan ramai, kita tidak tahu.

Salah satu contoh, isu kebangkitan komunis di Indonesia dan simbol-simbolnya, apakah ini benar-benar fakta, objektif, ada saksi, dimana tempatnya, dalam acara apa, dsb.Jangan hal ini hanya settingan, permainan teknologi IT, namun dampaknya bagi masyarakat sangat luar-biasa, dengan akun settingan itu masyarakat terpengaruh dengan isu tersebut.Dan, hal ini perlu didalami oleh pihak aparat hukum, dan intelijen.

Sudah saatnya sekarang, bijak bersosial media(sosmed), jauhkan berita bohong(hoax), isu provokatif, ujaran kebencian(hate speech), menghindari isu suku, agama, ras, dan antar golongan(SARA), dan memperlemah wibawa Pemerintah, serta menjatuhkan pemerintahan yang sah(makar).

Bukankah Joko Widodo-Ma’aruf Amin sudah sah pemenang Pilpres, dan KPU mengumumkannya(legal & legitimated), kalau masih ada dendam politik; serta Prabowo Subianto telah menjadi pembantunya sebagai Menteri pertahanan! Kalau isu Anies Baswedan for presiden RI, bukankah Prof.Dr.Anies Baswedan sekarang masih menjabat gubernur DKI, dan Pilpres masih tahun 2024!

Hati-hati bersosmed, kebebasan diatur dengan Undang-undang no.11 Tahun 2008 tentang ITE, sebagaimana diubah UU no.19 Tahun 2016.Perlu diingat, bahwa UU ITE telah menjerat beberapa orang seperti Ahok, Buni Yani, Ahmad Dani, Ratna Sarumpaet, dan Himma Dewiyana Lubis, salah seorang Dosen USU, yang menyatakan bahwa Bom Surabaya adalah pengalihan isu.Nah, Mari bijak bersosial media ke depan.Semoga…!!!

Penulis: Wartawan Agaaranews, Anggota BaraJP Kab.Aceh Tenggara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed