oleh

MASYARAKAT DESA SOGAWUNASI MELAPORKAN KADES FAONALALA GIAWA ATAS PEMOTONGAN DANA BTL-DD TAHAP 1 DAN DUA TAHUN 2020

-HEADLINE, KORUPSI, NIAS-30334 Kali Dibaca

NIAS,AGARA NEWS.COM, (18/06/2020) |  Masyarakat Desa Sogawunasi Kecamatan Lolomatua,Kabuten Nias Selatan melaporkan kepala Desanya kepada Polres Nias Selatan atas tindakanya memangkas BLT-DD yang diterima oleh masyarakat sebagai penerima manfaat.

Pada saat awak media menanyakan diantara 9 orang pelapor warga penerima manfaat BLT-DD . Apa yang dilaporkan kepada Polres.???, melaporkan pemotongan bantuan langsung tunai (BLT-DD) tahap 1 dan 2 oleh kades An: FAONALALA.Sahutnya..

Penyaluran BLT DD tahap 1 dan 2 di Desa Sogawunasi yang difasilitasi oleh kadesnya pada tanggal 09 Juni 2020. Dalam kata pembukaan dan mbimbingan serta arahanya (ada cuplikan video ), kades Sogawunasi menyampaikan bahwasanya pada saat ini akan disalurkan BLT-DD tahap 1 dan 2 kepada masyarakat yang jumlah penerima 61 KK. Untuk itu, kami mengharapkan kepada penerima manfaat BLT-DD ini Agar bisa menyisipkan sebagian dana ini sebagai Kolektek/Ame’ela. Lanjutnya…

Kepala Desa Sogawunasi melangsungkan penyaluran BLT-DD yang dibantu oleh Aparat desanya yakni Bendahara An : FOLO OLI HALAWA,Sekdes An : FIKTORIS GIAWA.

Setelah masyarakat menerima BLT-DD dari tangan petugas ( ARISMAN GIAWA ) lalu, salah seorang petugas ( Aparat ) menyuruh warga penerima BLT itu masuk keruang kecil dalam rumah sekaligus sebagai kantor kades. Alasan disuruh kedalam ruang kamar itu, untuk menandatanganin administrasi lain. Jelasnya pelapor.

Kemudian yang dilakukan para Aparat ( JASMAN GIAWA,SIMEONI dan INA TOFO ) kepada penerima manfaat BLT-DD, Menanggih,meminta apa yang sudah di sampaikan oleh Kades sebelumnya. Agar setiap warga dipotong dana BLT-DD sebesar Rp . 300,000rb dari penerima tahap satu dan dua ( bulan Mei dan Juni ) yang seharusnya diterima sebesar Rp.1.200.000rbu.

Akan tetapi atas pemangkasan atau pemotongan dana BLT-DD tahap 1 dan 2. Warga hanya menerima selama dua bulan itu,tinggal Rp.900.000rbu.Bahkan dikesempatan itu ada beberapa warga yang menawarkan Rp.100.000 sampai 200.000 ribu. Namun Aparat yang bertugas untuk pemotongan uang itu, tidak mau terima bahkan menyuruh warga itu untuk membayarkan kepada Kades. Ucapnya…

Bahkan Aparat mengancam warga penerima manfaat BLT-DD itu. Apabila tidak dipenuhinya permintaan membayakan uang yang Rp.300.000 maka daftar warga yang menerima BLT-DD saat ini akan dihapus dan dihilangkan. Demikian juga seandainya dibayarkan akan menjadi jaminan menetap sebagai penerima BLT-DD selanjutnya. Ujarnya.

Demikian juga saat awak media mempertanyakan laporan ini kepada pihak penerima Polres Nias Selatan ( Kasat Tipikor An : pardedes ) mengatakan laporan ini akan diproses dan diteruskan kepada Kasut dan Kapolres,seterusnya dari pihak penegak hukum akan menyurati kedua belah pihak pelapor ( 9 orang yang telah dipangkas dana BLT-DDnya ) dan yang dilaporkan pemdes (kades Sogawunasi Kecamatan Lolomatua Kabupaten Nias Selatan). ungkapnya.

Kemudian saat awak media mengkonfirmasikan kepada pihak pemdes ( kades ) melalui via telpon seluler dengan nomor hape 0813xxxxxxxx yang diambil dari seorang tokoh warga Desa Sogawunasi yang tidak mau disebut namanya. Tidak bisa terhubung dikarenakan diluar jangkauan.

Reporter: odal zai (Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed