oleh

Meminimalisir Kebakaran di Aceh Tenggara

-AGARA, HEADLINE, OPINI-30157 Kali Dibaca


*Kecamatan Babul Makmur salah satu contoh kasus di Aceh Tenggara

Oleh: Januar Pagar M.Lubis

Masalah kebakaran di Kabupaten Aceh Tenggara, akhir-akhir ini,Semakin menghantui warga, khususnya di daerah yang sering terjadi kebakaran Rumah penduduk, seperti yang terjadi di desa(kute) Lawe Tawakh(kebakaran lahan), di desa Tuah Kerina Kecamatan Leuser (kebakaran hutan & lahan), kebakaran di desa Peranginan, kebakaran Pajak pagi di Kutacane; Dan, khususnya kebakaran rumah di desa Cinta Makmur, kebakaran rumah di desa Cinta Damai, kebakaran rumah di desa Sabilussalam dan desa Lawe Desky I, baru-baru ini, dimana kita ketahui, kejadiannya hampir berdekatan lokasinya, dan selang beberapa bulan kejadiannya di Kecamatan Babul Makmur.

Bila kita lihat di lapangan, beberapa kejadian kebakaran, dari fakta, narasumber resmi, dan masyarakat; Bersumber dari “kesengajaan” dalam membakar karhutla untuk membuka kebun, korsleting listrik, pembakaran sampah, dari tabung gas, dll.

Disamping faktor penyebab kebakaran tersebut, sudah menjadi rahasia umum; Bahwa kurangnya penataan posisi pembangunan rumah di Aceh Tenggara(saling berhimpitan), kurangnya kesadaran masyarakat tentang cara membakar sampah, jalinan kawat listrik yang kurang teratur, dan ijin jualan dagang gas yang diduga kurang cermat, dan perpanjangan ijin kurang diperhatikan.

Dengan adanya kebakaran yang berdekatan, rentang waktu yang tidak jauh,di daerah Kecamatan Babul Makmur; Yaitu desa Cinta Makmur, desa Cinta Damai, dan desa Sabilussalam + desa Lawe Desky I belakangan ini, maka perlu Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Aceh Tenggara mengevaluasi penyebab kebakaran, dan mencari jalan keluar(solusi).

Beberapa contoh, Pemkab Aceh Tenggara dapat memberi penyuluhan tentang kesadaran masyarakat, tentang pembangunan rumah, sosialisasi cara membakar sampah, penyediaan Tong sampah, adanya gang kebakaran, tersedianya sumber mata air di setiap dusun, penataan ruang dan wilayah, kerjasama dengan PLN tentang pemasangan listrik yang benar dan teratur, pengeluaran ijin kios gas yang selektif, dan pengawasannya yang akurat( termasuk perpenjangan ijin), dll.Disamping itu, Polisi juga harus berani menindak tegas, orang-orang yang sengaja membakar dan yang melakukan kelalaian, hingga terjadinya kebakaran, supaya ada efek jera.

Penulis: Wartawan media online Agaaranews, Anggota Bara JP Kab.Aceh Tenggara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed