oleh

Miris, Anak  Umur 8 Tahun, Dituduh Mencuri dan disiksa “memilukan Hati”

Karo-Agaranews.com                                Aksi kekerasan kembali menimpa anak di bawah umur, terjadi di Kabupaten Karo, jumat , 11 Desember 2020, sekira jam 11.00 wib.

Anak di bawah umur,  tersebut pasrah tidak bisa berbuat banyak, karena harus mengalami penyiksaan yang sepertinya tidak pantas ia terima.

Bak penampungan air diperladangan yang sunyi sepi menjadi saksi bisu atas perderitaan dan penyiksaan oleh orang yang menuduh ia, mencuri tanpa bukti dan saksi nyata.

Apalagi lokasi terjadinya penganiayaan jauh dari pemukiman warga. Isak tangis, serta  jeritan kesakitan anak di bawah umur itu, minta tolong  namun tidak ada yang mendengar.

Anak di bawah umur tersebut, anak yang ditinggal kan ayahnya, ia bersama ibu nya, dengan kehidupannya sangat sederhana, dengan pekerjaan sehari – harinya menjadi buruh tani di kebun orang.

Saat tim wartawan media Agaara news.com, menyambangi kediaman korban serta didampingi keluarganya, jumat ( 17/12/2020) sekira 14.00 wib,

Ibu korban menceritakan awal peristiwa kejadian itu, terlihat air mata ibu itu membasahi pipinya,  hati seorang ibu yang mana tidak hancur bila melihat anaknya dalam keadaan basah kuyup ditambah ada terlihat luka goresan di sekujur tubuhnya seperti bekas dianiaya.

“Saat kejadian saya berada di ladang, karena saya sehari – hari kerjanya sebagai buruh tani, kejadiannya pada hari Jumat (17/12/2020) itu seperti biasa saya pulang dari ladang sore hari.

Sesampenya saya di rumah saya liat kondisi rumah berantakan dan tetangga bilang anak saya di tuduh mencuri, lantas saya mencari anak saya, dan setelah jumpa, anak saya menceritakan kejadian tersebut,” ungkap ibu korban sambil meneteskan air mata.

Lanjut ibu korban, anaknya sebut saja namanya terang ” diduga pelaku yang berinisial (RT) 34, mengaku kehilangan uang.

Atas dasar tuduhan melakukan pencurian itu tersangka melakukan penyiksaan dan pemukulan, terhdap korban anak di bawah umur.

“Karena tidak mengaku sia korban tersebut, lantas tersangka membawa, korban, ke sebuah perladangan/ Kebun.

Diperladangan/ kebun itulah, sikorban sebut saja namanya Terang, mendapat intimidasi, dan penyiksaan  diceburkan kedalam bak yang penuh air,” jelasnya

Menurut ibu korban, anaknya sekarang masih dalam keadaan trauma dan sering ketakutan dan mengigau saat tidur tengah malam.

Ibu korban sangat mengharap bantuan agar ia dan anaknya mendapatkan keadilan, ibu korban seraya mengucapakan tolong saya,” bantu untu mendapat kan ke adilan bagi anak saya.

Rianto Ginting

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed