oleh

Oknum Bendahara Pedesi Agara Diduga Mabuk Ancam Kades Dengan Parang dan Warga

-AGARA, HEADLINE, KUTACANE-30127 Kali Dibaca
AKBP Wanito Eko Sulistiyo

Kutacane, Agara Newscom |  Di duga tengah malam dalam kondisi Mabuk serta akibat Minum keras, oknum Bendaharawan Desa pedesi, inisial Amanuddin Alias Adol mengamuk di kediaman salah seorang warga yang tak lain adalah Rumah kepala Desa Pedesi, Kotacane , Hermansyah SE, seraya mengancam dengan senjata tajam berupa parang.

Sementara informasi di komfirmasi Media ini berbagai sumber di himpun layak di percaya, bahwa pada tanggal (23/06/2020), dan dari keterangan kepala Desa Pedesi Kec.Bambel Kabupaten Aceh Tenggara, Hermansyah SE, kepada Wartawan Aceh Tenggara, jelaskan,” perbuatan terlapor Amanuddin, sudah di laporkan ke polsek Bambel, Aceh Tenggara, selang satu jam aksi nekat tanpa sebab oknum Bendahara Pedesi,Laporan ini sambung Hermansyah tertuang di STPL dengan NO.STPL/VI/2020/ACEH/Res Agara/Sek BBL, tertanggal 23 juni 2020, dengan tuduhan pengancaman, dan saat ini terlapor sudah di amankan di Mapolaek Bambel Guna mempertanggung jawab kan perbuatannya.

Menurut Hermansyah SE, aksi nekat oknum Kaur Bendahara Desanya ini, di duga kuat akibat Mabuk yang di duga meminum minuman keras, tanpa sebab berarti mendatangi Rumah nya, Melihat Gelagat Kasar yang di tunjukkannya tak pelak gelagat kasar yang di tunjukkannya dan pelak membuat Seisi Rumah Merasa terancam, dan yang paling menyskitkan lagi ketika di hampiri oleh Bendaharanya, kata-kata ancaman keluar dari mulutnya,” Awas kaupun akan ku bacok,”-tiru kades omongan Amanuddin ke Ibu kades (saya ),” tandas kades Herman ini.

Selanjutnya pelaku inisial A ini tidak cukup puas sampai di situ, jelas kades Herman, bahwa aksi berutal Amanuddin berlansung ketika di datangi sejumlah warga yang mendengar suara keras Amanuddin, bahwa mengancam semua orang yang ada di dalam rumahnya, dengan nada keras Amanuddin,” berteriak,” Ayo siapa berani dekat akan ku bacok,”..dan tak pelak sejumlah warga tadi hanya berani melihatnya dari jauh,”..serta persisnya kejadian ini yakni terjadi pada pukul, 20,00 wib, sebelum shalat Isya, yang sangat menghebohkan warga Pedesi setempat, dan di akhir aksinya berutalnya itu Amanuddin sempatkan sekali membacoki dengan parangnya itu terlihat berbekas di tiang rumah kontrakan saya, yang mungkin melampiaskan perbuatannya karena tidak berhasil memuluskan niatnya, tandasnya hermansyah kepada wartawan, sembari sebelum kata warga bila kades tidak di sembunyikan istrinya kades dalam kamar mungkin kades tiada, kata warga setempat, dan selanjut berinisial A cari ibu kades kata warga itu, mencak dan kata tidak etis padahal masih satu saudara malah kata ngamcam.sungguh ter-lalu ! Menyakitkan, sebut warga mulut ke mulut itu.

Investigasi Media ini lokasi masyrakat pedesi, bahwa isu berkemang layak dipercaya tak mau tulis jati dirinya, bahwa permasalahan ini sudah pernah terjadi kepada kades pedesi di depan kantor Bpbd Agara, dan begitu juga permasalahan di pedesi terhadap ulahnya hingga sampai kepihak pemrintah atasan namun terkesan tutup mata.

Lebih lanjut permasalahan arogansi inisial,A ini seperti pembongkaran kantor kades pedesi tanpa musyawarah, dan hilang benda aset papannya serta begitu juga dana desa ada di pinjamkan ke warga lain olehnya tanpa musyawarah dengan warga setempat sehingga menjadi dalam daging kades pedesi yang juga bendahara masih saudara kades yang merupakan remot kades pedesi selama ini dan keluarga bendahara itu, kata masih jelas sumber warga pedesi tak mau di tulis jati dirinya.

Selanjutnya selama ini sang bendahara dan kades berkonco ini tampaknya pecah karena sudah ibarat kapal udah koleb karena sejumlah kegiatan harus di tanggung jawabkan bendahara karena sebelumya meminjam kan dana kegiatan lalu ke warga lain itu membuat bendahara meminta ketegasan kades agar setiap dana cair mengganti finansialnya berupa emas isterinya tidak kunjung jelas meski kegiatan telah di amankan bendara itu kata sejumlah sumber beredar dari aparat desa pedesi setempat tak mau di tulis jati dirinya itu, sehingga memuncak dengan dalih meminum minuman mabuk hingga terjadi aksi berutal gila itu, jelas sumber sembari berkembang panitia covid 19 desa pedesi tanpa musyawarah koroni di bentuk ternyata tidak bagian tambah kumat karena sesuai aturan aparat desa dapat dana covid panitia itu jelas sumber ini sehingga dana desa cair di bagikan sekdes setempat serta bayar utang kebau dan banjir kali Alas pengerukan alat berat Bpbd Agara berujung petaka pengancaman dari inisal A dan warga ibu kades setempat itu, dan begitu juga op kades jutaan itu tidak dapat bendahara menambah kalap sang bendahara terhadap kades nya.

Sementara AKBP Wanito Eko Sulistiyo, lewat Kaplisek Bambel Aceh Tenggara, Ipda, Hzermanayah Skd, membenarkan kejadian itu dan sudag di amankan satu jam kejadian katanya pada wartawan yaitu pada tanggal 23/06/2020, itu pungkasnya.

Dalam keterangannya sebut polsek Bambel Aceh Tenggara itu pengamanan dulu dilakukan terhadap terlapor, sehingga nanti setelah itu akan di aktipkan Bap, berita Acara perkaranya atas terkait kasus pengancaman ini, tandas nya.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed