oleh

Pamsimas Desa Kuta Galuh Asli Habiskan Dana Rp 460 Juta Dibangun 2017 Sampai Sekarang Tak Berfungsi

-AGARA, HEADLINE, KUTACANE-30150 Kali Dibaca

Agaranews.Com, Aceh Tenggara – Pamsimas merupakan program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, tahun 2017 , Desa Kutagaluh Asli Kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara, salah satu yang mendapat Pamsimas, dengan dana Rp 270 Juta lebih sumber dana APBN, dan ditambah dana sering Rp 32 juta rupih, dari dana desa tahun 2017, serta pengembangan air bersih, sumber dana desa tahun 2018 senilai Rp 103 Juta, tahun 2019 dari dana desa masuk lagi sebagai dana pemeliharaan pamsimas sejumlah Rp 58 jut, namun semenjak dibangun hingga saat ini tidak dapat dipunsikan, sementara anggaran terserap pamsimas tersebut lebih kurang Rp 460 juta lebih.

Julkarnen mantan sekdes dan pernah menjabat sebagai kades serta tokoh masyarakat desa kutagaluh asli, pada Agara News.Com, Jumat ( 15/5) di desa kuta aluh asli, mengatakan sangat kecewa terhadab oknum yang melaksanakan pembangunan pamsimas tersebut, karena panitia pembangunan pamsimas diawal perencanaan dulu dipilih oleh masyarakat dari kalangan masyarakat sendiri.

Mungkin ada interpensi atau campurtangan dari oknum tertentu, dalam pengelolaan baik pekerjaan maupun keuangan apalagi dana sering yang Rp 32 juta tidak pernah diterima oleh panitia pamsimas dari pihak desa, sehingga pekerjaan semberawut dan pamsimas hingga saat ini tidak berpungsi dari pertama dibangun masyarakat jadi kecewa, padahal dana desa tahun 2018, untuk pengembangan pamsimas dimasukkan lagi senilai Rp 103 juta, ditahun 2019, masuk lagi senilai Rp 58 Juta, jadi total dana yang masuk ke pamsimas terhitung lebih kurang Rp 460 juta, toh pamsimas sama sekali tidak berpungsi, berdasarkan haltersebut kita dapat kita duga pembangunan pamsimas desa kuta galuh asli merupakan anjang korupsi oknum tertentu, tegas julkarnen.

Tokoh masyarakat dari dusun rumah belin, yang enggan disebutkan identitasnya, sabtu ( 16/5 ) mengatakan kami warga desa merasa sangat kecewa karena sudah tiga tahun pamsimas itu selesai dibangun dari awal hingga saat ini tidak berfungsi, begitu banyak uang negara yang dihabiskan untuk membangunnya, tapi hingga saat ini pihak terkait didalamnya melenggang, seolah olah uang pembangunan pamsimas tersebut bukan uang negara atau uang rakyat melainkan uang pribadi.

Padahal masyarakat dusun rumah belin sangat membutuhkan air bersih dari pamsimas karena air yang diambil dari rumah masyarakat melalui sumur bor (pantik) tidak bagus tidak dapat dikonsumsi untuk nyuci bajupun airnya tidak bagus atau kuning dapat berpengaruh pada pakaian, ujarnya.( HD )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed