oleh

Pembelian 18 Ribu Masker di Kelurahan Tigabinanga Diduga Mubajir

 

karo Agaaranews.com– Pandemi Covid-19 yang mewabah secara global maupun nasional di Indonesia menjadi keprihatinan bagi kita semua. Tak pelak demi terhindar dari penularan Covid-19 pemerintah pusat maupun daerah terus bekerja keras mulai dari menerapkan protokol kesehatan hingga gelontorkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19.

Seperti di Kelurahan Tigabinanga, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang membagikan masker secara gratis kepada warganya. Dimana pembagian masker tersebut menimbulkan dugaan adanya markup yang dilakukan oleh Lurah Tigabinanga Rosalisa Br Tarigan.

Mendengar adanya dugaan tersebut beberapa awak media Kabupaten Karo mencoba mengkonfirmasi dugaan itu kepada Lurah Tigabinanga dikantornya. Selasa (13/10).

Namun sesampainya di kantor kelurahan tigabinanga, nampak sang lurah tidak ada dikantornya. Benyamin Sembiring seorang staf kelurahan tigabinanga mengatakan, “Bu Lurah sedang ada urusan keluar, mungkin sore baru kembali”.

Ditanya mengenai dugaan kejanggalan pembelian masker, Benyamin menjelaskan dana pembelian masker itu bersumber dari APBD Karo sebesar Rp 90 juta dibelikan masker sebanyak 18 ribu pcs.

“Penduduk Kelurahan tigabinanga kurang lebih ada sebanyak 5.000 orang, namun masker yang di beli oleh lurah kami itu sejumlah 18 ribu pcs. Masker tersebut dibagikan secara dua tahap dan diserahkan ke kepala dusun, kemudian selebihnya di bagikan di simpang empat tigabinanga dan pajak tigabinanga,” beber Benyamin.

Sementara kembali ditanya perihal sisa masker 18 ribu pcs dilarikan kemana, Benyamin tampak binggung menjawab pertanyaan dari awak media.

“Kalau itu nanti tunggu bu lurah, karena beliau yang berhak menjawab itu,” ucapnya.

Karena penasaran, menunggu lurah tigabinanga yang tak kunjung datang ke kantornya untuk dikonfirmasi, salah satu awak media mencoba menghubungi Lurah Tigabinanga Rosalisa Br Tarigan via telepon selulernya.

Bukannya menjawab pertanyaan konfirmasi awak media, Rosalisa malah mempertanyakan identitas para awak media dengan menunjukan id card kepada stafnya.

Tak lama berselang Rosalisa Br Tarigan menutup teleponnya dan kembali dihubungi, namun telepon selelur miliknya tidak dapat dihubungi kembali hingga berita ini ditayangkan.
🙁 Rinaldi waka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed