oleh

Pengelolaan Limbah Medis RSUD H.Sahudin Kutacane Agara Dipertanyakan

 

Kutacane Agaranews.com
Pengelolaan limbah medis cair maupun padat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.Sahudin Kutacane Aceh Tenggara dipertanyakan. Pasalnya permasalahan limbah merupakan krusial jika tidak ditangani dengan baik maka akan berdampak pada warga setempat.

Seharusnya permasalahan limbah medis cair maupun limbah medis padat harus lah menjadi perhatian utama di rumah sakit, supaya fasien maupun masyarakat yang berkunjung ke rumah sakit tersebut merasa nyaman. Sehingga Malasah limbah medis harus dikelola secara profesional.

Seperti pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.Sahudin Kutacane Aceh Tenggara diduga limbah medis disana tidak dikelola dengan sesuai SOP. Sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada warga sekitar yang tinggal di daerah tersebut.

Berdasarkan amatan media  pada Sabtu (20/21) dilokalisi pembungaan limbah medis RSUD setempat terlihat sejumlah limbah medis padat dibungkus dengan kantong plastik dan dibakar dengan manual, bukan dengan mesin pemanas pembakaran limbah.

Hal ini tentu nya akan berdampak kepada fasien maupun masyarakat setempat yang tinggal diseputaran RSUD H.Sahudin tersebut.

Salah seorang warga sekitar kepada media ini menggunakan bahwa limbah medis padat yang dibungkus dengan kantong plastik itu hanya dibakar dengan manual, kami sangat khawatir dengan kondisi ini, sebab asap bertebaran saat pembakaran limbah medis itu. Ujarnya

Menanggapi hal tersebut Ketua Gepmat Agara, Faisal Kadrin Ndube. S.sos, menyebutkan seharusnya pihak RSUD H. Sahudin Kutacane tidak membuang limbah medis secara sembarangan dan harus dikelola dengan tepat dan bukan dengan manual, inikan sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar, terutama pada fasien inap, sebab dikhawatirkan penyebaran virusnya melalui limbah padat yang dibakar itu sangat cepat terhirup. Kata Faesal.

Faisal menyambung, bagi rumah sakit yang lalai dalam mengelola limbah medis cair maupun padat maka tentu ada sansi hukum pidana yang tercantum dalam Pasal 13 Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor. 81 Tahun 2012, serta ketentuan lebih lanjut tata cara penyediaan fasilitas pemilahan sampah diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang pengelolaan sampah. Dalam Peraturan ini yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 Tentang pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah sejenis Sampah Rumah tangga. Sebutnya

“Apabila rumah sakit tidak melakukan pengelolaan sampah sesuai norma, standar, prosedur (SOP) atau kriteria sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, gangguan keamanan, pencemaran lingkungan, dan atau perusakan lingkungan, maka dapat dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda Rp. 100 juta hingga Rp 5 Milliar Rupiah sesuai dengan pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Pengeloaan sampah. Sambungnya

Limbah Berbahaya yang termasuk dalam bahan berbahaya dan beracun harus dilaksanankan
sesuai dengan standar pengelolaan limbah medis atau sampai medis berbahaya maka dapat dikenakan Pidana sesuai ketentuan dalam Undang-undang Nomor 32 Tentang Perlindungan dan pengelolaan
Lingkungan Hidup. Secara umum pasal 60 Undang-undang Nomor 32 Tentang Perlindungan dan pengelolaan sampah tersebut.

Faisal juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) Kepolisian maupun Kejaksaan untuk secepatnya bisa melakukan penyelidikan terhadap pengelolaan limbah medis di RSUD setempat dan jika terbukti bersalah maka harus diberi hukuman untuk efek jera terhadap rumah sakit terkait. Harapannya

Terkait pengelolaan limbah medis Dirut RSUD H.Sahudin Kutacane melalui Sektaris Budi Afrizal SKM ketika diminta tanggapan melui HP Android nya, dirinya belum bisa memberikan keterangan kendatipun ditelpon beberapa kali tapi tidak diangkat. (Hidayat.D)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed