oleh

Pernyataan Kajari Pati bikin heboh warga pati

Pati| Agaranews.com Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati Mahmudi dinilai tak bisa tangani tindak pidana korupsi (Tipikor). Pasalnya, belum sampai 2 bulan menjabat, dirinya lebih mengutaman progam penyuluhan hukum yang ditujukan kepada para Kepala Desa.

Penyuluhan hukum sendiri seakan-akan mengabaikan amanat dari Jaksa Agung yang mengancam akan memutasi Kajari, Kajati, dan jajarannya yang tidak menangani perkara korupsi. Sebab, dalam sosialisaya pendampingan hukum kepada kepala desa, Kejari berulang kali mengatakan tidak akan ada Kepala Desa yang dipenjara selama dirinya menjabat.

“Saya akan mengambil tindakan tegas berupa evaluasi atas jabatan pada satuan kerja yang sama sekali tidak atau belum ada penanganan perkara tipikor,”Ungkap Jaksa Agung ST Burhanuddin dikutip dari salah satu media saat menutup Rapat Kerja (Raker) Kejaksaan Republik Indonesia di Jakarta Rabu (16/12) lalu.

Visi misi Jaksa agung dengan Kejari Pati untuk memerangi Tipikor ternyata berlawan arah. Hal tersebut dikarenakan pernyataan Mahmudi yang disampaikan berkali-kali kepada Kepala Desa tidak akan memenjarakannya, apabila melakukan penyelewengan, namun hanya disuruh untuk mengembalikan kerugian negara.

”Kades tidak usah takut dalam mengelola anggaran DD, Bankeu, Banprov dan tidak usah memakai jasa pengacara, karena ada pak Kasi Datun yang akan mendampingi bapak ibu semua.”Ujar Mahmudi setiap sosialisasi pendampingan hukum dengan para Kepala Desa di Pati.

Sebelumnya, Bupati Pati Haryanto dan Kejari Pati Mahmudi Kamis, 4 Maret 2021 di Kantor Bupati Pati melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan atau MoU. Penandatanganan ini dilakukan sebagai pedoman operasional dalam melaksanakan koordinasi penanganan permasalahan hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah baik di dalam maupun di luar Pengadilan.

Sumber: (Ws/team)

Red: team jateng

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed