oleh

Personel Polsek Tiga Panah Mencari Fakta Kasus Pembunuhan di Desa Lau Riman

 

Karo-Sumut,Agaranews.com

Jajaran Polsek Tiga Panah melakukan olah TKP kejadian dugaan tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan di Desa Lau Riman Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo,Sumatera Utara,pada Selasa 29 September 2020.

Untuk diketahui pada Rabu Tanggal 30 September 2020 Sekira Pukul 07.00 Wib, Saksi Yaaman Gulo ( 25 ) Warga Desa Merek dan Suriyanto Perangin – angin ( 39 ) Warga Desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga mendatangi Polsek Tigapanah,guna melaporkan kejadian ditemukannya sesosok pria dalam keadaan terluka di TKP yang diketahui bernama Soniaman Laoli yang beralamat di Gunung Setoli.

Dan mereka juga mengatakan telah membawa korban ke RSU Efarina Etaham Berastagi,namun sesampainya di RSU tersebut,korban dinyatakan petugas Medis telah meninggal Dunia.

Selanjutnya atas laporan kedua warga tersebut, Personil Polsek Tigapanah langsung melakukan pengecekan terhadap korban di RSU Efarina Etaham.
Sesuai dengan hasil keterangan dari dokter yang memeriksa mengatakan bahwa, korban mengalami luka robek di kepala sebelah kanan, luka robek di bahu kanan, luka robek di bahu kiri, luka robek di tangan sebelah kanan dan luka di lutut sebelah kanan.

Sementara saksi YAAMAN GULO menerangkan bahwa ia tiba di Basecamp/ Gubuk korban pada hari Selasa tanggal 29 September 2020 sekira pukul 20.00 Wib dengan maksud untuk meminta obat pohon pinus kepada korban, lalu saksi Yaaman melihat darah berceceran di Basecamp/ Gubuk dan tidak melihat korban di Basecamp, setelah itu saksi Yaaman pergi ke gubuknya yang berjarak 1 (satu) Km dari Basecamp korban, tiba di gubuknya, saksi YAAMAN GULO menghubungi saksi Sepakat Barus,ketika itu waktu sekira pukul 21.00 Wib.

Keduanya tiba di Basecamp lalu mereka Bersama – sama mencari keberadaan Soniaman Laoli, Setelah menelusuri seputaran Basecamp, korbanpun ditemukan dalam keadaan terluka dan lemas dilokasi yang hanya berjarak sekitar 40 ( Empat Puluh ) Meter dari Bascamp.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban di temukan pertamakali di semak – semak, dalam keadaan berdarah dan terluka. Dan di Basecamp tempat tinggal korban, di temukan ceceran dan percikan darah, akan tetapi darah sudah sempat di bersihkan oleh saksi, dengan menaburkan abu kayu.

Adapun barang bukti yang diamankan dari TKP antara lain,Selembar tikar plastik yg terdapat bercak darah, 2 (Dua) buah bantal yang terdapat bercak darah,1 (Satu) pasang sandal Swallow warna biru yang juga terdapat bercak darah.

Kemudian personel Posek Tiga Panah akan melakukan koordinasi dengan keluarga korban, untuk melakukan Autopsi mayat korban ke RS Bhayangkara Medan, serta akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan menyita barang bukti guna proses penyelidikan selanjutnya.

Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed