oleh

petani di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menemukan hampir 2.000 keping uang kuno dan bokor perunggu saat mencangkul di sawahnya.

Pekalongan agaaranews.com seeorang petani di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menemukan hampir 2.000 keping uang kuno dan bokor perunggu saat mencangkul di sawahnya.Begini kesaksian petani bernama Dahri Rohamnto (60) itu.

“Saat saya mencangkul, kok keras. Saya gali sampai semeteranlah, ada uang kuno, rantai dalam wadah yang sudah pecah,” ujar Dahri saat ditemui di rumahnya, Dusun Leles, Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Kamis (7/1/2021).

 

Dahri bercerita peristiwa itu terjadi pada 14 Desember 2020 di blok persawahan Kraminan, masih berada di dusun yang sama dengan tempat tinggalnya. Kaget bukan kepalang, Dahri lalu mengambil benda-benda itu dan memasukkannya ke dalam karung.

 

“Tempatnya uang, kayak gerabah itu sudah pecah, saya ambil koin dan ada rantainya, saya masukan ke karung dan saya bawa pulang,” katanya.

 

Koin-koin yang dia temukan bentuknya tipis dan berlubang di bagian tengahnya. Kondisi koin-koin itu terikat pada seuntai tali yang putus saat diangkat oleh Dahri.

 

“Tadinya saat ditemukan, ya seikat-seikat itu. Cuman saya angkat, talinya putus. Uang kuno ini, tengahnya bolong ada tulisannya nggak tahu tulisan apa. Awalnya lengket-lengket menempel satu dengan lainnya,” tuturnya.

 

Sesampainya di rumah, Dahri lalu mencuci kepingan koin tersebut. Beberapa kali dicuci, kata Dahri, tulisan yang ada di kepingan koin itu masih saja tak terlihat jelas.

 

Namun beberapa hari kemudian Dahri melihat ada tulisan mirip huruf China pada koin tersebut.

 

Karena mengetahui temuannya merupakan benda kuno, Dahri kemudian melapor ke pihak desa. Laporan itu kemudian diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pekalongan, hingga akhirnya dilanjutkan ke Balai Pelestarian dan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tegah.

 

Petugas dari BPCB Jateng bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pekalongan mendatangi rumah Dahri, hari ini. Salah seorang petugas, Muhammad Junawan, mengungkap berat total temuan Dahri mencapai 6 kg. Dengan jumlah koin sebanyak 1.997 keping.

 

Selain itu ada rantai perunggu seberat 1,5 kg, dengan panjang 144 cm. Selain itu ada juga pecahan bokor seberat 1,8 kg.

 

“Tadi kita telah melakukan pemeriksaan dengan alat XRF (X-Ray Fluoresence). Hasilnya, sebagian besar berbahan perunggu ya. Cenderung berbahan tembaga dan timah, sehingga itu merupakan perunggu. hanya satu bahan yang dominan tembaga,” katanya.

 

Junawan menjelaskan bentuk koin yang ditemukan Dahri seperti uang logam kepeng China.

 

“Untuk jenisnya tadi, jelas ya mata uang, mata uang kepeng China, ada rantai ya, kemudian ada benda wadah (tempat) yang sayang sekali kondisinya sudah remuk ya, menjadi fragmen-fragmen (pecahan). Namun yang jelas itu sebuah wadah dan menurut informasi penemu kan, benda-benda tadi di dalam satu wadah tersebut,” urainya.

 

Dia mengaku belum bisa memberikan data lebih detail termasuk soal usia koin-koin itu. Namun menurutnya kepeng uang semacam itu sudah dikenal sejak abad 11-12.

 

Junawan bercerita, temuan serupa juga pernah dilaporkan di wilayah Boyolali dan Klaten, Jawa Tengah. Pihaknya akan membawa sampel dari barang-barang kuno itu untuk diteliti lebih jauh. Petugas BPCB Jawa Tengah kemudian membawa 10 koin, sebuah rantai perunggu dan dua lembar bokor perunggu bermotif.

 

“Ya, beberapa akan kami minta izin untuk kami bawa ke balai guna penelitian lebih lanjut,” terangnya.

(Sumber : Detik)

Red-suparno,hanjateng…

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed