oleh

PH Korban, Penyidik Polres Karo Harus Profesional Tangani Kasus Dugaan Penculikan dan Aborsi Ilegal

Karo, Agaraanews.com
Kasus dugaan Penculikan dan Aborsi ilegal telah memasuki babak baru, korban berinisial MAS (24) , Warga Desa Lau Kasumpat, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, didampingi PH (Penasehat Hukum), Fererius Purba,SH kembali datangi Polres Karo, Kamis (14/1/2021) sekira pukul 10.00 Wib.

Penasehat hukum dari Wanita hamil yang di “Culik” di Pusat pasar/ Pajak Desa Mardinding, Kecamatan Mardinding, Rabu (11/03/20) sekira pukul 14.00 Wib silam, kepada Wartawan, Kamis (14/1/2021), di Mapolres Karo, mengatakan, bahwa kliennya saat ini masih dalam keadaan trauma atas kejadian yang menimpa dirinya tahun 2020 lalu.

“ Kita harapakan penyidik Polres Karo bekerja secara profesional, agar kasus ini menjadi terang benderang, mendapat kepastian hukum, “ujarnya.

Kanit l Resum Satreskrim Polres Karo, Ipda. Togu Siahaan didampingi Kasubbag Humas, Iptu MS Lubis mengatakan bahwa, kasus dugaan penculikan yang berujung dugaan aborsi ilegal, dalam hal ini penyidik Polres Karo tidak akan tinggal diam.

“ Kasus ini tetap menjadi skala prioritas untuk dituntaskan. Kalau ada sumber informasi dari teman – teman yang mendukung, kami sangat mengharapkan untuk disampaikan kepada kami, “ujar Siahaan kepada Agaraanews.com diruang Humas Polres Karo,Jalan Veteran Kabanjahe.

Ditambahkan Siahaan lagi, setelah memeriksa 8 (Delapan) orang saksi, penyidik telah menetapkan 5 (Lima) orang sebagai tersangka. Masing – masing tersangka diantaranya, RS (46) dan ASS (23) keduanya warga Desa Lau Kasumpat, Kecamatan Mardinding. Sedangkan AS (40) adalah warga Desa Sirube – rube, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Sedangkan FS (30) dan NB (70) adalah warga Medan, tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 3 (Tiga) dari 5 (Lima) tersangka sempat ditahan di sel Polres  Karo, kemudian ditangguhkan penahanannya, ujarnya.

Ketika dikejar pertanyaan, alat atau barang yang diduga digunakan tersangka didalam melakukan perkara, Kanit menyebutkan bahwa alat atau barang yang dipergunakan sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian barang.

“ Dalam waktu dekat, perkara ini akan dilakukan rekonstruksi, tetapi jadwal dan waktunya belum kita pastikan, kami akan koordinasikan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), “terang Kanit.

Sekedar mengingatkan, kasus penculikan yang berujung dugaan pemaksaan aborsi terjadi di pusat pasar/ pajak Desa Mardinding, Rabu (11/03/2020) sekira pukul 14.00 Wib.

Kemudian kasus ini dilaporkan langsung oleh korban MAS ke Polres Karo, Rabu 06 Juli 2020, dengan STPL No : LP /493/Vll/2020/SU/Res T.Karo.(B 19)

Rianto Ginting

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed