oleh

Rehabilitasi Jembatan Jalan Nasional Lawe Beringin Aceh Tenggara Diduga Asal Jadi

-AGARA, HEADLINE, KORUPSI, KUTACANE-30231 Kali Dibaca
WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.12
WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.12(1)
WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.11
WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.13
WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.11(1)
WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.12(2)
WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.12 WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.12(1) WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.11 WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.13 WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.11(1) WhatsApp Image 2020-06-18 at 20.52.12(2)

 

Agara News: Kutacane Aceh |  Proyek Rehabilitasi jembatan ruas jalan Nasional Kutacane Aceh Sumatera Utara titik lokasi di desa Lawe Beringin kecamatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara diduga bermasalah.

Pasalnya dugaan sarat masalah berdasarkan pantauan sejumlah media dan wartawan media ini pada Rabu tanggal 17 Juni 2020 di lokasi proyek bahwa pengerjaan pembuatan bronjong yang di kerjakan oleh rekanan CV. Andesla Pratama dengan Konsultan pengawas PT. Indah Pramaditha, sumber dana APBN Rp. 602.677.000 tahun 2020.

Namun berdasarkan pantauan rekan rekan wartawan pengerjaan bronjong di bawah jembatan itu terlihat banyak kejanggalan sehingga ini nanti nya akan bisa menuai masalah. Seperti pemasangan bronjong di bawah jembatan itu pondasi dasarnya terlihat kurang dalam, kemudian material batu yang dimasukkan kedalam kawat bronjong selain terlihat berukuran kecil juga material tersebut diambil dari lokasi proyek bronjong yang sedang dikerjakan itu.

PajriGegoh aktifis Lsm Aceh Tenggara mengungkapkan Kamis 18/6/2020 kepada media ini di Kutacane, seharusnya material batu untuk pengisian bronjong itu didatangkan dari luar lokasi proyek yang memiliki izin galian tambang atau batu, karena secara umum seluruh mareterian berapa kubik isi dari batu berbondong untuk pembangunan sudah dihitung harga satunya dan termasuk ongkos kerja berikut PPH dan PPN karena jika mengambil material lokasi setempat tentunya itu sudah melanggar aturan yang tertuang dalam undang undang ilegal Mining.Jelas Gegoh yang memiliki unsur Pidana.

Yusri pengawas proyek jembatan Lawe Beringin saat ditemui rekan rekan wartawan dilokasi mengatakan bahwa batu batu yang terlanjur dimasukan ke kawat bronjong yang berukuran kecil itu nantinya akan dibongkar lagi oleh pihak pekerja dan akan diganti dengan ukuran lebih besar, lebih lanjut Yusri menjelaskan bahwa ada penyempitan bantaran sungai didalam pengerjaan proyek ini, pihak warga setempat tidak memberikan ruang bagi Rekanan untuk memperluas aliran sungai dan sesuai dengan gambar proyek ini dikerjakan. Tegas Yusri .Salah seorang warga di lokasi mengungkap kan bahwa dengan pembangunan beronjong di aliran Sungai Lawe Beringin ini dengan mempersempit aliran sungai warga ini malah khawatir dapat membawa musibah kepada warga sekitar pasalnya bila hujan debit air sangatlah tajam serta material dari atas ikut dibawa arus sungai dan dapat menyumbat arus air di jembatan sehingga air dapat merambah kepemukimam warga ungkapnya yg minta identitasnya dirahasiakan kepada media ini di lokasi proyek.(Kasirin Sekedang).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed