oleh

Ribuan Hektare Padi di Grobogan Terendam Air Akibat Sungai Lusi Meluap

 


Grobogan, Agaranews.com  – Selain jalan dan pemukiman penduduk, meluapnya sungai Lusi di Grobogan dalam beberapa hari terakhir juga berdampak ke areal persawahan. Dampak luapan sungai Lusi ini ada ribuan hektare sawah yang terendam air.

 

Luasan sawah yang tergenang ini kemungkinan bertambah banyak menyusul adanya laporan tanggul jebol di wilayah Kecamatan Godong. Akibat musibah banjir ini, sebagian petani terpaksa memanen tanamannya lebih awal daripada membusuk di sawah.

 

Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan Sunanto mengungkapkan, dari pendataan yang sudah dilakukan, areal sawah yang terdampak luapan sungai Lusi tersebut luasannya sekitar 1.665 hektare. Hampir semua areal sawah yang terendam ini ditanami padi.

 

Dijelaskan, sawah yang terendam banjir ini berada di 23 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Yakni, Kecamatan Grobogan, Brati, Tawangharjo, Klambu, Penawangan, Purwodadi, dan Godong.

 

“Tanaman padi yang kebanjiran ini umurnya berkisar 80-150 hari. Sedangkan tinggi genangan air di sawah berkisar 70-150 sentimeter,” jelasnya, Minggu (31/1/2021).

 

Menurutnya, tanaman padi yang terendam tersebut kemungkinan sangat sulit terselamatkan. Apalagi, kondisi tanaman sudah terendam air sekitar tiga hari.

 

“Tanaman padi itu sudah terendam beberapa hari. Dengan kondisi ini maka tanaman padinya kemungkinan besar terancam puso,” sambungnya.

Sunanto menambahkan, sekitar 25 persen dari areal sawah yang kebanjiran itu sudah diikutkan dalam program asuransi pertanian. Oleh sebab itu, pihaknya juga ikut membantu para petani yang terdampak banjir agar bisa segera mendapatkan klaim asuransi.

 

“Mereka akan kita bantu untuk bisa mendapatkan klaim asuransi. Bagi petani yang belum ikut asuransi, akan kita upayakan untuk bisa mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

Narasi/S : Murianews

SPN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed