oleh

Sejak Bergulirnya Bantuan Bagi Penguusaha Melalui Dinas Koprasi dan UMKM Agara , Oknum Calo pun Bergentayangan serta Dinas Koprasi dan UMKM Agara Menjadi Risih

Aceh Tenggara Agaranews.com
Sejak bergulirnya program Pemerintah Pusat yang digadang gadangkan oleh Presiden RI Jokowi Dodo terhadap bantuan dana (Usaha mikro Kecil dan Menengah) UMKM melalui Dinas koperasi Ukm Aceh tenggara kini para calo pun mulai memanfaatkan situasi ini guna untuk meraup keuntungan pribadi maupun kelompok atau golongan.

Dari hasil pantauan wartawan media Teropongbarat.com dilapangan bahwa ada beberapa calo, mendekati masyarakat telah meminta dokumen photo cofi KTP warga kutacane oknum calo itu berdalih untuk pengurusan dana UMKM dari Dinas Koperasi,

Sedangkan oknum calo itu membuat perjanjian,kalau dana UMKM tersebut,cair dari BRI maka oknum calo itu meminta imbalan Rp500- hingga Rp1 jt,kepada masyarakat yang menerima bantuan,uang tersebut.

Uang yang diberikan oleh warga hasil perjanjian itu nantinya akan saya berikan kepada oknum pegawai yang berdinas di kantor koperasi Ukm Agara . Sebut salah seorang warga kutacane kepada media Agaranews.com baru baru ini.

Kemudian salah seorang warga kutacane yang tidak bersedia ditulis kan jati dirinya, kembali memamaparkan atas ulah dan modus offrandi oknum calo tersebut bahwa saya sudah merima dana UMKM dari Dinas Koperasi Aceh tenggara,melalui BRI cabang kutacane, aceh tenggara setelah si oknum calo mengetahui dana bantuan Umkm tersebut dicairkan melalui Bank BRI kutacane lantas dianya mendatangi saya dan meminta imbalan,senilai Rp 500,ribu rupiah dan saya hanya mampu memberikan Rp 300 ribu rupiah namun oknum calo tersebut menolak, katena tidak sesuai dengan perjanjian yaitu Rp 500 ribu rupiah ini harus di penuhi,dan uang ini juga bukan untuk saya , akan tetapi uang ini untuk orang dalam yaitu oknum pegawsi koprasi Ukm agara, tegas calo kepada dia. Namun walau dengan berat hati ahirnya saya terpaksa memenuhi uang tersebut senilai Rp 500 ribu.beber nara sumber

Kemudian saat wawancarai oleh media Teropongbarat.com Kabid penilaian kesehatan USP/KSP dan UKM,Zailani,SPd pada kamis (08/10/2020 ) di ruang kerjanya, terkait ulah oknum calo Umkm yang saat ini bergentayangan calo dan pungli tersebut, Zailani menegaskan bahwa soal calo dan pungli itu,kami khususnya dinas koprasi dan Ukm agara tidak mengetahu atas adanya ulah para calo yang memanfaatkan situasi ini.

Dia menyambung ,konon lagi ulah si oknum calo ini mengatakan bahwa ada kerja sama dengan pihak ASN yang bertugas di dinas koperasi ini dan itu tidak benar,kami dari Dinas ini tidak pernah sepeserpun,meminta uang kepada penerima dana UMKM tidak pernah ada kerja sama dengan siapaun selain,orang yang bertugas di Dinas Koperasi,

Lebih lanjut Zailani menambahkan bila ada masyarakat penerima dana UMKM yang diminta oleh calo dengan alasan uang jerih payah atau untuk orang dalam,dan alasan apapun diminta agar melaporkan ke pihak berwajib,kami juga siap membantu warga yang melapor,karena kami jugaDinas Koperasi sangat risih,atas tindak-tanduk calo ini dan tak jarang mendiskreditkan Dinas Koperasi,ini jelas fitnah,dan banyak lagi informasi yang saya dengar ada oknum yang mengumpulkan KTP warga dan photo,di depan usahanya missalnya warung,jualan makanan,dan yang bersangkutan meminta uang senilai Rp 50,rb dengan alasan uang tersebut untuk buka rekening di BRI ,ini juga saya sangat heran,sumber dana bantuan ini dari mana ? saya berharap kepada warga masyrakat agar jangan percaya hal-hal seperti itu ,dan diminta kepada pihak berwajib agar dapat menindak lanjuti dugaan kasus pungli serta dugaan penipuan ini tegas Zailani,SPd.

Menanggapi hal tersebut,ketua LSM GEPMAT(Gerakan Pemuda Mahasiswa Aceh tenggara) Faisal Kadrin Ndube,menjelaskan permainan ini bisa saja dilakukan oleh oknum tertentu,apa sebab nya ada oknum yang berani mengutip dana Rp 50 Ribu untuk buka rekening dan memastikan dalam waktu dekat uangnya akan cair,ini jelas muaranya pada dinas koperasi mungkin saja tanpa sepengetahuan pihak Dinas Koperasi,sebab tugas Dinas koperasi hanya mengirimkan Data-data ke Kemensos,lalu kemensos mengirim kembali ke BRI Aceh tenggara,data data tersebut ,diduga di bocorkan kepada pihak tertentu,sehingga oknum yang meminta uang Rp 50 rb dapat memastikan uang akan cair dalam waktu dekat,Faisal Kadrin Ndube merasa sangat yakin ada dugaan hal ini permainan dari pihak BRI,Kutacane,Faisal menambahkan diminta kepada pihak terkait agar menindak lanjuti dugaan kasus pungli ini,juga dalam waktu dekat kita akan surati Menteri keuangan ,Gubernur BI,serta pihak terkait lainnya tegas Faiasal dengan nada kecewa. (Hidayat)

Poto ketua Lsm Gepmat Agara Faisal Kadrin Ndube, saat menjelaskan pada wartawan

Red…..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed