oleh

Sidang Perdana Kasus Pencemaran Nama Baik di PN Kutacane

WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.03.57
WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.04.18
WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.03.18
WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.03.04
WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.03.57 WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.04.18 WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.03.18 WhatsApp Image 2020-07-16 at 20.03.04

*Terdakwa Amri Sinulingga, karena postingan di medsos
*Atas laporan Sekda Aceh Tenggara

Kutacane.Agaaranews |  Sidang perdana kasus pencemaran nama baik, dengan terdakwa Amri Sinulingga, dilakukan pada hari Kamis (16/7-2020) pukul 10.15 Wib, di Pengadilan negeri(PN) Kutacane.

Amri Sinulingga yang didampingi Pengacaranya Drs.Mahidin Desky, SH, MH mendengar BAP yang di bacakan Jaksa penuntut umum, Edwardo, SH dari Kejari Kutacane.

Adapun kasus ini terjadi, karena postingan saudara Amri Sinulingga di media sosial (medsos), tentang kasus korupsi APBD(APBK) Aceh Tenggara Tahun 2004-2006 yang “mempertanyakan” tentang kenapa Drs. M.Ridwan yang kala itu Kasubag perbendaharaan, dan yang sekarang Sekda Aceh Tenggara, tidak ditangkap dan dipenjarakan! Padahal dia juga menerima uang.Dan, mantan Bupati Aceh Tenggara, Armen Desky, dan Martin Desky sudah menjalani hukuman penjara, sebut postingannya.”

Tidak terima dengan isi postingan medsos Amri Sinulingga, Drs.M.Ridwan melaporkannya ke Polres Aceh Tenggara, dengan pasal pencemaran nama baik.Kasus ini, telah pernah di praperadilankan Amri Sinulingga di PN Kutacane, sebagian gugatan pemohon diterima majelis hakim pada waktu itu.Sekarang, naik lagi ke persidangan.

Sementara Pengacara Amri Sinulingga, Drs.Mahidin Desky, SH, MH dalam perbincangan santai dengan Wartawan dan LSM mengatakan, bahwa Amri Sinulingga adalah mengutip isi pasal undang-undang, yang menjadi konsumsi publik, subjek dan objek dakwaan masih sama, dakwaan kabur(absuurd), dan ada azas nebis in idem, ujarnya.”

Sedangkan, Ketua LSM. Sangkar, Rudi Tarigan Alabas Kampak mengucapkan, biarlah kasus ini sampai tuntas, supaya kita dapat hasilnya.Kasus ini sudah dilimpahkan KPK ke Kejati Aceh, dan kita akan menguji persepsi publik, aparat hukum, jaksa, dan hakim.Dengan adanya kasus ini, akan terbuka tabir yang lain, sebutnya.”

Adapun majelis hakim yang menyidangkannya, adalah, Yusuf Syamsuddin,SH, MH(Ketua majelis); Yusti Cinianus Radjah,SH(anggota); M.Arief Kurniawan,SH, MH(anggota); Panitera pengganti, Jaenudin,SH. Acara sidang dilanjutkan pada hari Kamis (23/7-2020).(P.Lubis/Hidayat D./Ady G.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed