oleh

Tanah Karo Zona Merah Covid-19, Demi Mengambil Bantuan Larangan Berkumpul di Abaikan

-HEADLINE, SUMUT, TANAH KARO-30177 Kali Dibaca

Tanah Karo. Agaranews.com |  Penyaluran bantuan BST dari Kemensos Tahap I dan II telah sampai kebeberapa daerah termasuk di Kab.Karo, Sumut.

Bantuan tersebut melalui Kantor Pos sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat. Hanya sangat di sayangkan dalam pengambilan bantuan yang ada sepertinya,kita tak lagi mengabaikan larangan,dilarang berkumpul, harus jaga jarak dan tetap memakai masker yang diintruksikan pemerintah.

Ini terlihat pada pembagian bantuan BST di Kantor Pos Kabanjahe hari ini, 12 Juni 2020 pagi, terlihat ratusan orang berkumpul,tak ada lagi jaga jarak,bahkan banyak yang tidak menggunakan masker, padahal Tanah Karo telah dinyatakan zona merah akibat beberapa warga yang telah terpapar virus covid-19, demi bantuan rp 600 ribu, kesehatan dan himbauan pemerintah tidak lagi dipedulikan, rasa takut akan coronapun hilang.

Disini kita ingin memberikan gambaran beberapa bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat, dan alangkah baiknya bila bantuan tersebut melalui Pemerintah Desa,supaya acara berkumpul bisa dicegah, dan bisa membantu pemerintah memutus mata rantai penularan covid-19

Adapun bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak Covid – 19,
Pemerintah mengambil kebijakan berupa bantuan antara lain;

1. PKH
2. BPNT
3. BLT Dana Desa
4. BLT Kementerian/kemensos
5. BLT APBD
6. Sembako APBN
7. Sembako APBD

Ini harus dibedakan ya.

PKH adalah Program Keluarga Harapan, bentuknya uang tunai langsung masuk rekening masing-masing. Besarannya pun berbeda setiap keluarga berdasarkan jumlah komponen tiap keluarga.

BPNT (dulu namanya Raskin) adalah Bantuan Pangan Non Tunai, bentuknya berupa Bahan Makanan yang disalurkan melalui ewarong, KUBE, atau agen yang ditentukan oleh bank HIMBARA berjasama dinas sosial.

BLT Dana Desa adalah Bantuan Tunai dari Desa Masing-masing,
(ingat bukan untuk kelurahan ya tapi desa)
Besarannya rp 600 ribu per bulan /KK, di rencana kan selama 3 bulan.Nah BLT dari Dana Desa perlakuannya ada 3,
I. Bagi Desa yg belum Cair Dana Desa Tahap I, maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19.
II. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I, namun belum habis dibelanjakan, maka diprioritaskan untuk BLT Covid 19
III. Bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I dan telah habis dibelanjakan, maka segera bermohon Tahap II diprioritaskan untuk BLT Covid 19. Pertanyaan, siapa yg dibantu BLT Dana Desa? Jawab: adalah warga desa yg penghasilannya terdampak Covid 19 dan bagi warga desa rentan sakit, atau sakit menahun. Dengan demikian ada Desa lebih duluan beri bantuan ada juga terlambat beri bantun karena prosesnya tadi diatas itu Tahap I, Tahap II.

BLT kementerian Sosial adalah bantuan bentuk Tunai Berdasarkan DTKS Dinsos diperuntukkan bagi rata-rata perkotaan atau kelurahan dan juga Desa.

BLT APBD adalah juga bantuan Tunai Dari Dinas Sosial juga diperuntukkan bagi masyarakat yg belum Dapat BLT Dana Desa atau lainnya.

Sembako APBN adalah bantuan berupa bahan makanan yang bersumber dari pemerintah pusat langsung

Sembako APBD adalah juga bantuan berupa bahan makanan yg bersumber dari APBD provinsi dan Kabupaten.

Kesimpulan
Ternyata bantuan itu banyak … dan yang bertanggungg jawab sendiri sendiri …

1. PKH itu penanggung jawabnya kementerian sosial pusat … data dari mereka …. desa memang tidak dilibatkan … dan ada Pendampingnya looo …

2. BPNT itu penangging jawabnya Dinas Sosial Kab … dan pembagiannya oleh mitra yang ditunjuk bank & dinas.

3. BLT DANA DESA ini baru jadi tanggumg jawabnya pemerintah desa …

4. BLT PUSAT ini tanggung jawabnya Kementrian Sosial pusat juga …

Dan Semua Bantuan di harapkan tidak tumpang tindih atau ganda …. semoga dapat berguna dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat yang betul-betul membutuhkan,tidak untuk pejabat ataupun orang kaya yang berkecukupan.

Reporter : Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed