oleh

Tragis,…!!! Ibu Hamil Terkonfirmasi Covid – 19 Terlantar di Kabanjahe

 


Karo-Sumut, Agaaranews.com

Sangat tragis cobaan yang dialami pasutri (pasangan suami-istri) ber inisial SS – SD Br P (29) Warga asal Desa Ujungteran, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara ini.

Pasutri tersebut terlantar di Kota Kabanjahe,Kabupaten Karo, sang suami tampak berjuang dalam  menghadapi situasi sulit memperjuangkan nasib sang istri yang dalam keadaan hamil tua.

Yang mana istri dari SS ini dinyatakan terkonfirmasi positif Covid – 19, berdasarkan hasil SWAB yang dikeluarkan oleh pihak RS Swasta Efarina Etaham Berastagi, tertanggal 27 September 2020 lalu.

Sementara usia kandungan SD Br P saat ini sudah diperkirakan cukup umur dan harus dioperasi caesar,anak yang dikandungnya saat ini merupakan anak ke-2, sesuai anjuran dokter yang memeriksa nya, terpaksa operasi karena anak mereka yang pertama  juga dilahirkan dengan operasi caesar.

Untuk mendapatkan perawatan secara intesif dari pihak terterkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Satuan Gugus Tugas percepatan penanganan covid – 19 dan Pihak RS Umum Daerah Kabanjahe tampak sibuk berkoordinasi dengan pihak Management  Rumah Sakit Rujukan yang dapat menampung pasien ibu hamil yang terpapar covid -19 ini.

Akan tetapi setelah dihubungi melalui sambungan telphone ke beberapa  pihak Management Rumah Sakit Rujukan yang ada di Kota Medan,mereka menyatakan kehabisan ruang perawatan bagi pasien ibu hamil, begitu juga RS milik swasta yang dihubungi juga menolak untuk menangani pasien ibu hamil tersebut dengan berbagai alasan.

Sejak pihak RSU Daerah Kabanjahe menerima kedatangan pasien ibu hamil warga Desa Ujung Teran, Kecamatan Merdeka tersebut pada hari Senin, 29 September 2020 sekira pukul 23 .30 Wib hingga berita ini diterbitkan belum juga ada RS Rujukan yang dapat menampung pasien ibu hamil yang malang tersebut.

Maka untuk sementara waktu atas dasar keinginan sendiri, pasutri tersebut memilih untuk isolasi mandiri di tempat tinggalnya di Desa Ujung Teran, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Keputusan itu dilakukan pihak keluarga sampai ada informasi yang di peroleh dari pihak RSU Daerah Kabanjahe maupun Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kabupaten Karo yang bilamana sudah ada Rumah Sakit Rujukan yang akan dituju dan siap menerima kedatangan mereka.

SS suami SD Br P mengatakan “Saya hanya berprofesi sebagai petani yang berpenghasilan tak seberapa buk, istri saya sedang hamil tua dan dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil swab test pertama yang dikeluarkan pihak rumah sakit Efarina Berastagi, untuk biaya swab saja kami bayar dana pribadi sebesar Rp.3.000.000,-  namun dikembalikan lagi sebesar Rp.500.000,- ,” ujarnya.

SS menambahkan, “saya berharap melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Karo agar dapat membantu kami, supaya istri saya mendapat tempat perawatan di rumah sakit rujukan. Istri saya sedang hamil tua buk, kiranya Pemkab.Karo terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemprovsu agar bila sewaktu- waktu sudah ada ruangan di rumah sakit rujukan dapat segera bisa dirujuk,” ucap SS saat ditemui awak media di halaman parkir RS Umum Kabanjahe tadi malam sambil berlinang air mata.

Lia Hambali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed