oleh

Viralnya Vidio Kepala Desa Menentang Media dan LSM di Media Massa Menuai Banyak Tudingan

Agaranews.com –

Pada hari Selasa tanggal 24 November 2020 diperkirakan kejadian nya siang hari, dimedia sosial Facebook telah beredar Video yang hanya berdurasi 0.26 detik di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukabumi. Mereka kepala desa yang jumlahnya kurang lebih sekitar 40 orang berkumpul beramai-ramai dan membuat pernyataan dalam sebuah Video

Isi video yang sempat viral itu diketahui :“Bismillahi rrahmani rrahim, Yang tergabung Apdesi Kabupaten Sukabumi, menyatakan melawan kepada LSM dan Media yang selalu mengobok-obok kepala Desa, Merdeka – Allahu Akbar – Allahu Akbar,” kata mereka para Kades dalam Video tersebut”.

Atas statement didalam video tersebut, timbul pertanyaan dari berbagai kalangan jurnalis dan LSM seluruh indonesia, salah satu jurnalis dari media Agaranews.com yang juga Koordinator Wilayah Sumatera Utara Ibu Lia Hambali Berpendapat :”Jika mereka bersih kenapa risih dan kalau memang ada masalah dengan Media atau LSM setempat, Kenapa mencatut nama Media, kan media bukan di Sukabumi saja tapi ada diseluruh Indonesia, Jadi atas video ini terkesan diarahkan keseluruh media di Indonesia”,paparnya.

Lia Hambali Menambahkan :”Di dalam video itu dia menyoroti bagaimana mereka berkumpul sangat rapat, berkerumun padahal pemerintah, siapapun dan semua lembaga tidak diperbolehkan berkerumun dan menciptakan keramaian disituasi pandemi covid-19 saat ini”,ungkapnya.

“Berkerumun dan menciptakan keramaian harusnya jarak akan tetapi mereka tidak mempedulikan itu. Ini sebuah contoh yang kurang baik diperlihatkan oleh Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukabumi ke warga Masyarakat, mestinya mereka memberikan contoh yang baik kepada warganya,”ungkap Lia Hambali.

Sementara itu, terkait dengan pernyataan para Kepala Desa se Kabupaten Sukabumi yang membawa-bawa media dalam kasus mereka, Kordinator Wilayah Sumatera Utara Media Agaranews.com Lia Hambali mengatakan :”Jika hal tersebut adalah bentuk ketidak dewasaan para kepala Desa sebagai pemimpin Warga Masyarakat, Apalagi mereka mengatas namakan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), ini sungguh memalukan dan Mereka lupa jati dirinya sebagai pemimpin Warga,”paparnya.

Lia Hambali Menambahkan:”Mestinya Pemerintah ataupun para Kades bersinergi dengan para media/Pers, Karena Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pasal 4 di dalam ayat 1 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran, ayat ketiga bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi dan ayat keempat bahwa dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak”,paparnya.

Jadi, Media bisa memberikan Informasi kepada khalayak tentang keberhasilan Kepala Desa dalam membangun wilayahnya, bukan jadi takut dan memusuhi para media atau LSM, Olehnya itu sinergi antara media dan kades diharapkan dapat terjalin dengan baik.

Lia Menganggap :“Mereka para Kades yang viral dalam video sudah berbuat salah dengan menentang Media. Kalau mereka memang bekerja dengan benar tanpa Korupsi dan semacamnya tak perlu ada rasa takut dengan Media.” Lanjutnya.

Lia berharap dengan adanya Video viral yang tergabung dalam organisasi Apdesi yang menentang Media dan LSM agar mereka diperiksa oleh instansi hukum seperti kepolisian, kejaksaan maupun lembaga KPK, Sebab dengan statement yang dilontarkan terindikassi ada sesuatu yang tersembunyi dan ditutu-tutupi, Kinerja mereka dipertanyakan”,tutupnya.
(Nando Sagala)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed