oleh

WARGA DESA CARITAS SOGAWUNASI MENGAPRESIASI ATAS KEDATANGAN KANIT III DALAM HAL TUGAS AMANAT DARI KAPOLRES NIAS SELATAN

-HEADLINE, NIAS-30172 Kali Dibaca
WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.49
WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.48
WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.50
WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.49(1)
WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.49 WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.48 WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.50 WhatsApp Image 2020-06-22 at 09.40.49(1)

 

NIAS.AGARA NEWS.COM- Personil Polres Nias Selatan Intel Kanit lll Mendatangi warga keluarga penerima manfaat(KPM) BLT-DD “pelapor” di tempat kediaman mereka di caritas sogawunasi. Sabtu,20/6/2020.

Warga ( pelapor ) sangat mengapresiasi atas kedatangan beliau dan berharap tindakan pencegahan pemotongan BLT-DD di Desanya yang dilakukan berinisial ( FG ) kades. Dapat di telusuri kebenarannya kepada warga tersebut.

Pada saat awak media agaranews.com memwawancarai salah seorang warga sogawunasi atas Kedatangan beliau,
“Ia menjelaskan kedatangan beliau mengenai laporan masyarakat pada hari Kamis,18/6/2020 yang lalu, dari polres Nias Selatan. Di dalam pertemuan itu kami masyarakat ditanyakan mengenai kronologi laporan kami pada hari kamis lalu,”jelasnya.

Masyarakat ( pelapor ) saat di mintai penjelasan oleh pihak polres dalam hal mengambil keterangan dari laporan tersebut,
“masyarakat pelapor dalam keterangannya menjelaskan.
1.Jumlah dana BLT-DD yang dipotong oleh kades(FG) Rp.300,000 dalam anggaran penyaluran tahap 1 dan 2 ( April dan Mei )
2.Dasar pemotongan dana tersebut( sebagai kolekte dan jaminan terdaftar sebagai penerima BLT selanjutnya.
3. Jumlah penerima BLT-DD 61 KK.

Kemudian ditengah pembicaraan itu salah satu warga memberi pernyataan selain 9 orang yang sudah melapor berinisial ( TL ) menyampaikan kepada pak Kanit(Sitompul) bahwasanya salah satu anggota (BPD)Badan Permusyawaratan Desa berinisial (FL)” Agar mengakui dan memberi keterangan bahwasanya dana BLT-DD tersebut sudah diterima sebesar Rp.1.200.000 ribu.

Namun warga KPM Menyatakan kepada pihak polres tersebut. Kami merasa dirugikan atas hasutan dari pihak BPD, sesungguhnya dana BLT-DD tersebut yang kami terima Rp.1200.000.
Namun pemdes (kades,Aparat) memotong dana tersebut,Rp300.000 dan menyalurkan hanya Rp.900.000, Dengan alasan akan menjadi jaminan sebagai penerima selanjutnya. jika tidak, maka penerima BLT-DD selanjutnya akan diputuskan”.Tuturnya.

Reporter:Odal Zai( tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed